HomeBeritaSerangan Israel di Gaza Tewaskan Sedikitnya Lima Warga Palestina, Termasuk Anak 12...

Serangan Israel di Gaza Tewaskan Sedikitnya Lima Warga Palestina, Termasuk Anak 12 Tahun

GAZA CITY — Serangan udara dan tembakan pasukan Israel menewaskan sedikitnya lima warga Palestina di sejumlah wilayah Jalur Gaza pada Kamis (5/11/2026), termasuk seorang anak laki-laki berusia 12 tahun dan seorang perempuan, menurut badan pertahanan sipil Gaza. Kantor berita Palestina WAFA kemudian melaporkan tiga orang tewas dalam serangan udara Kamis malam di kamp pengungsi Al-Shati, Gaza City. Korban terus jatuh meski gencatan senjata berlaku sejak Oktober 2025.

Juru bicara pertahanan sipil Gaza, Mahmoud Bassal, menyampaikan rincian korban kepada kantor berita AFP. Rumah sakit di Gaza tengah dan selatan turut mengonfirmasi kematian para korban.

Korban di Gaza Tengah dan Selatan

Anak 12 tahun itu tewas tertembak di sebelah timur kamp pengungsi Al-Bureij, Gaza tengah, kata Bassal. Koresponden Al Jazeera, Ashraf Amra, melaporkan dari Deir al-Balah bahwa pasukan Israel melepaskan tembakan langsung ke arah rumah dan tenda di wilayah itu.

Dua orang lainnya tewas dalam dua serangan terpisah di sekitar Az-Zawayda. Sumber medis di Rumah Sakit Martir Al-Aqsa mengidentifikasi salah satunya sebagai Abdul Rahim Walid Matar, 27 tahun. Ia tewas saat fajar ketika drone Israel menembakkan dua rudal ke tenda pengungsi di barat kota tersebut.

Di selatan, seorang perempuan tewas akibat tembakan di dekat Khan Younis. Mengutip Kompleks Medis Nasser, kantor berita Xinhua menyebut korban berusia 54 tahun dan berada di Al-Mawasi, di luar area yang dikuasai militer Israel. Xinhua juga melaporkan seorang perempuan berusia 19 tahun tewas di area yang sama, korban yang tidak tercantum dalam laporan AFP maupun Al Jazeera.

Amra mengatakan kepada Al Jazeera pada Kamis bahwa pasukan Israel di tepi area yang menghadap Al-Mawasi menembak “dengan intens ke arah tenda-tenda pengungsi”. Seorang pria yang berada di dalam tendanya luka kritis dan menjalani operasi di Nasser.

Serangan Malam di Al-Shati

Bassal mengatakan kepada AFP bahwa satu orang tewas dan beberapa lainnya luka akibat serangan drone di barat Gaza City. Pada Kamis malam, WAFA yang mengutip sumber lokal melaporkan tiga orang tewas dan sejumlah lainnya luka ketika pesawat Israel menyerang sekelompok warga di sekitar Lapangan Syuhada, kamp Al-Shati.

Belum jelas apakah korban yang disebut Bassal termasuk dalam tiga korban yang dilaporkan WAFA. Karena itu, jumlah pasti korban tewas pada hari tersebut belum dapat dipastikan.

Serangan drone lain melukai sejumlah orang di area Al-Baraka, Deir al-Balah, dan satu orang di apartemen di Al-Karama, barat laut Gaza City, menurut Al Jazeera.

Angka Korban Sejak Gencatan Senjata

Laporan harian Kementerian Kesehatan Gaza yang terbit Kamis mencatat lima korban luka dan tidak ada korban tewas baru dalam 24 jam sebelumnya. Laporan itu belum memuat seluruh korban hari Kamis.

Kementerian mencatat 1.602 warga Palestina tewas dan 5.799 luka sejak gencatan senjata yang dihitungnya mulai 11 Oktober 2025. Sebanyak 847 jenazah juga ditemukan pada periode yang sama. Total korban sejak 7 Oktober 2023 mencapai 74.618 tewas dan 175.925 luka.

Kementerian tersebut berada di bawah otoritas Hamas dan tidak memisahkan warga sipil dari kombatan dalam datanya. PBB menilai angkanya umumnya dapat diandalkan.

Dari pihak Israel, militer mencatat tujuh tentaranya dan seorang kontraktor sipil tewas sejak gencatan senjata, menurut AFP. Laporan yang dirujuk dalam berita ini tidak memuat tanggapan militer Israel atas insiden Kamis. Israel selama ini menyatakan operasinya merupakan respons atas pelanggaran gencatan senjata, sementara Hamas menuduh Israel sebagai pihak yang melanggar.

ARTIKEL TERKAIT

Terkini