Friday, April 4, 2025
HomeBeritaAhli militer: Israel ingin jajah Suriah, bukan hanya habisi pemerintah baru

Ahli militer: Israel ingin jajah Suriah, bukan hanya habisi pemerintah baru

Ahli militer, Brigadir Jenderal Elias Hanna, berpendapat bahwa Israel telah mengubah strateginya dari konsep “memangkas rumput” atau menghabisi perlawanan menjadi penjajahan teritorial.

Menurutnya, kebijakan ini sangat jelas terlihat di Suriah. Hal ini menyusul serangan terbaru ke Damaskus, Daraa, Hama, dan Homs yang menyasar berbagai fasilitas militer.

Dalam sebuah analisis yang dipublikasikan oleh Al Jazeera, Hanna menjelaskan bahwa militer Israel berupaya menjadikan seluruh Suriah sebagai zona penyangga antara Israel dan Turki, mirip dengan cara mereka mengubah Lebanon menjadi zona penyangga antara Suriah dan Israel pada tahun 1970-an.

Israel, lanjut Hanna, berusaha memperluas pengaruh militernya di Suriah untuk mencegah Turki mendapatkan tempat di Suriah.

Menciptakan wilayah yang stabil

Sebagai bagian dari strategi ini, militer Israel tidak hanya melanggar kesepakatan gencatan senjata dan memasuki zona penyangga di Golan yang diduduki, tetapi juga telah mendirikan sembilan titik penempatan militer utama di wilayah tersebut, yang terhubung dengan lima titik lainnya di Lebanon Selatan.

Hanna menambahkan bahwa Israel bertekad menjadikan Quneitra, Daraa, dan Suwayda sebagai kawasan yang dilarang bagi pasukan militer Suriah yang baru.

Tiga provinsi Suriah ini memiliki luas yang lebih besar dari Lebanon, menurut Hanna. Dia menekankan bahwa Israel berusaha memperluas zona terlarang guna memantau Suriah dan melancarkan serangan militer kapan saja diperlukan.

Strategi baru ini, jelas Hanna, merupakan implementasi dari rekomendasi Komite Nagel Israel, yang menganjurkan untuk beralih dari strategi bertahan menjadi serangan yang lebih agresif dan preventif.

Selain itu, Israel berusaha untuk mencegah Suriah membentuk pasukan baru dengan menghancurkan setiap infrastruktur militer yang ada.

Provinsi Daraa melaporkan bahwa sembilan warga sipil tewas akibat serangan udara Israel di barat kota tersebut. Selain itu, militer Israel juga menyerang dua pangkalan udara dan beberapa fasilitas militer di kota-kota Damaskus, Hama, dan Homs di Suriah.

Pada hari Kamis, Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, memperingatkan Presiden Suriah, Ahmad al-Shara, bahwa Suriah akan menghadapi konsekuensi serius jika terus mengancam keamanan Israel.

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Pengajar HI Universitas Al Azhar Indonesia, Mahasiswa PhD Hubungan Antarbangsa Universitas Sains Malaysia.
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Most Popular