spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Thursday, March 19, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeBeritaAl-Aqsa ditutup, Gaza dikepung: Ketegangan di Palestina kian memuncak

Al-Aqsa ditutup, Gaza dikepung: Ketegangan di Palestina kian memuncak

Situasi di wilayah Palestina kembali memanas setelah Masjid Al-Aqsa dilaporkan ditutup selama 19 hari terakhir, dengan kemungkinan penutupan berlanjut hingga perayaan Idulfitri. Penutupan ini memicu kecaman luas karena dinilai mengabaikan perasaan umat Muslim serta melanggar nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan.

Penutupan salah satu situs suci umat Islam tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di berbagai wilayah Palestina. Warga dan berbagai pihak menyebut pembatasan akses ke tempat ibadah sebagai tindakan yang memperburuk situasi yang sudah sensitif, terutama menjelang hari besar keagamaan.

Sementara itu, kondisi di Jalur Gaza juga dilaporkan semakin memburuk. Blokade yang diperketat menyebabkan penutupan sejumlah perbatasan serta pembatasan masuknya bantuan kemanusiaan. Akibatnya, warga sipil menghadapi kesulitan dalam mendapatkan kebutuhan dasar, termasuk makanan, obat-obatan, dan layanan kesehatan.

Di Tepi Barat, tekanan terhadap warga Palestina juga dilaporkan meningkat. Berbagai pembatasan mobilitas dan insiden di lapangan menambah panjang daftar tantangan yang dihadapi masyarakat setempat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Pengamat menilai bahwa situasi ini semakin memprihatinkan karena terjadi di tengah perhatian dunia yang terpecah oleh berbagai konflik dan isu global lainnya. Minimnya sorotan internasional dikhawatirkan membuat pelanggaran terus berlangsung tanpa respons yang memadai.

Sejumlah pihak pun menyerukan perlunya sikap tegas dari komunitas internasional untuk menghentikan eskalasi dan memastikan perlindungan terhadap hak-hak dasar masyarakat sipil.

Mereka menekankan bahwa isu ini tidak hanya berkaitan dengan politik, tetapi juga menyangkut nilai kemanusiaan yang universal.

 

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Kandidat PhD bidang Hubungan Internasional Universitas Sains Malaysia. Peneliti Asia Middle East Center for Research and Dialogue
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler