HomeBeritaDemonstran Sayap Kanan Israel Blokir Truk Bantuan ke Gaza di Perlintasan Kerem...

Demonstran Sayap Kanan Israel Blokir Truk Bantuan ke Gaza di Perlintasan Kerem Shalom

KEREM SHALOM — Sekelompok demonstran sayap kanan Israel, termasuk seorang anggota Knesset, memblokir truk bantuan menuju Jalur Gaza di perlintasan Kerem Shalom, Israel selatan, Kamis (22/10/2026). Aksi ini terjadi saat warga Gaza menghadapi kelangkaan pangan. Pengiriman barang komersial terhenti sejak pertengahan Oktober, dan Program Pangan Dunia PBB (WFP) memangkas bantuannya.

Anggota Knesset Yulia Malinovsky dari partai Yisrael Beiteinu ikut dalam blokade itu, menurut harian Haaretz. Lewat unggahan video di X, ia menulis dalam bahasa Ibrani bahwa ia menghentikan truk “bantuan” yang menurutnya disalurkan pemerintah Netanyahu kepada Hamas, seperti dilaporkan Arab News. Ia juga memakai unggahan itu untuk berkampanye bagi pemimpin partainya, Avigdor Lieberman.

Anggota gerakan Tsav 9 dan Sigal Kraunik dari partai Amkha Yisrael turut hadir. Kraunik menyebut pengiriman bantuan itu “aib nasional”, menurut Haaretz. Para demonstran menuntut penghentian bantuan dan pelucutan Hamas. Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap Tsav 9 pada Juni 2024 dengan tuduhan menghalangi dan merusak konvoi bantuan.

Pasokan komersial terhenti

Pasokan ke Gaza sudah menipis sebelum aksi itu. Badan militer Israel urusan sipil di wilayah Palestina, COGAT, menyatakan pada Rabu (14/10) bahwa barang komersial tidak lagi masuk karena pedagang Gaza menghentikan koordinasi. Menurut COGAT, para pedagang melaporkan Hamas menuntut 10.000 shekel (sekitar 3.220 dolar AS) per truk dan meminta 30 persen penjualan dibayar tunai, seperti dikutip Reuters.

Hamas membantah mengenakan pajak atau biaya pada truk komersial, dalam surat kepada para mediator dari Mesir, Qatar, dan Turki. Kepala serikat angkutan swasta Gaza, Nahed Shhaibar, mengatakan Israel yang memberlakukan pembatasan.

COGAT memperkirakan jumlah truk yang masuk, baik bantuan maupun komersial, turun menjadi sekitar 300 per hari, atau separuhnya. Shhaibar menyebut angkanya mendekati 300, dua pertiganya barang komersial. Kantor berita AP melaporkan penghentian itu mencakup buah-buahan dan pakaian musim dingin.

Bantuan pangan dipangkas

WFP mengumumkan pada Senin (19/10) bahwa kekurangan dana memaksanya mengurangi penerima bantuan di Gaza dari 1,6 juta menjadi 1,1 juta orang. Sekitar 500.000 orang kehilangan bantuan pangan bulanan. Jatah juga dipangkas separuh: satu paket pangan dari sebelumnya dua, dan kantong tepung yang lebih kecil.

WFP memperkirakan 1,4 juta orang, atau 67 persen penduduk Gaza, mengalami kerawanan pangan akut tingkat krisis atau lebih buruk. Badan itu membutuhkan sekitar 450 juta dolar AS untuk enam bulan ke depan bagi operasinya di Gaza dan Tepi Barat. Lembaga pemantau IPC saat ini tidak lagi mengklasifikasikan Gaza sebagai wilayah yang dilanda kelaparan, tetapi mengingatkan bahwa pengurangan bantuan dapat memicu lonjakan kebutuhan, menurut WFP.

Gencatan senjata belum menghentikan korban

Gencatan senjata berlaku sejak 10 Oktober 2025. Kementerian Kesehatan Gaza pada Kamis mencatat 74.498 warga Palestina tewas dan 175.616 luka sejak Oktober 2023, termasuk 1.538 tewas dan 5.498 luka sejak gencatan senjata berlaku. Dalam laporan hariannya, kementerian itu mencatat empat kematian dalam 24 terakhir.

Gaza Media belum menemukan tanggapan resmi COGAT atau militer Israel atas aksi blokade di Kerem Shalom.

Sumber: Haaretz (22/10/2026); Arab News (22/10/2026); Reuters via Internazionale (15/10/2026); Al Jazeera (15/10 dan 22/10/2026); Asharq Al-Awsat; ABC News/AP; WFP (19/10/2026); Qatar Tribune/dpa; Kementerian Kesehatan Gaza via Palestinian Information Center dan SANA (22/10/2026)

ARTIKEL TERKAIT

Terkini