GAZA CITY — Sedikitnya empat warga Palestina tewas pada Rabu (23/9) akibat rangkaian serangan pasukan Israel di berbagai wilayah Jalur Gaza, bertepatan dengan hari ke-349 sejak gencatan senjata mulai berlaku. Serangan itu terjadi melalui tembakan drone, artileri, dan penembakan langsung yang tersebar dari Khan Younis di selatan hingga Beit Lahia di utara Gaza.
Menurut sumber medis setempat, sebuah drone Israel mengebom kendaraan di kawasan Al-Mawasi utara, Khan Younis, pada Rabu pagi, menewaskan dua orang. Keduanya diidentifikasi sebagai Mohammad Ibrahim Mohammad Abu Alwan (33), warga Rafah, dan Osama Khaled Mohammad Abu Khater, warga Bani Suheila. Dalam insiden terpisah, pasukan Israel menembak mati Yahia Sammour di kawasan as-Sater Al-Gharbi, utara Khan Younis.
Di Gaza tengah, seorang warga bernama Noura Awni Diab dilaporkan meninggal akibat luka tembak yang dideritanya di kamp pengungsi Al-Bureij, setelah drone quadcopter Israel menembaki rumah-rumah warga di kawasan tersebut.
Serangan Meluas ke Beberapa Wilayah
Selain empat korban tewas itu, pasukan Israel juga melancarkan tembakan artileri dan serangan tank di wilayah timur Khan Younis, serta meledakkan sejumlah rumah dan bangunan di bagian timur laut wilayah itu. Helikopter Israel turut menyerang kawasan barat Kota Rafah, sementara artileri menembaki kawasan Sikka Street di timur Zeitoun, Gaza City.
Serangan pada Rabu itu menyusul insiden serupa sehari sebelumnya. Pada Selasa (22/9) malam, sebuah drone Israel menyerang warga di lingkungan Tuffah, timur laut Gaza City, menewaskan tiga orang, salah satunya diidentifikasi sebagai Adham Sobhi Ziyara.
Presiden Komite Palang Merah Internasional (ICRC) Mirjana Spoljaric, dalam pernyataan yang beredar Rabu, menyerukan tindakan kolektif internasional atas situasi kemanusiaan di Gaza, menyusul blokade dan pembatasan ketat Israel terhadap masuknya bantuan.
Total Korban dan Krisis Hunian Jelang Musim Hujan
Kementerian Kesehatan di Gaza mencatat, sejak gencatan senjata diberlakukan pada 11 Oktober 2025, serangan Israel telah menewaskan 1.399 warga Palestina dan melukai 4.863 lainnya, dengan 834 jenazah berhasil dievakuasi dari reruntuhan. Secara kumulatif sejak awal perang pada 7 Oktober 2023, kementerian yang sama mencatat total korban tewas mencapai 73.919 jiwa dengan 174.977 orang terluka.
Di tengah rangkaian serangan itu, badan PBB untuk anak-anak (UNICEF) pada 17 September lalu melaporkan bahwa hampir 84 persen penduduk Gaza — lebih dari 1,76 juta orang — tinggal di tempat pengungsian yang padat atau bangunan rusak dan tidak layak huni. UNICEF meminta pendanaan darurat sebesar 97,5 juta dolar AS untuk kebutuhan musim dingin di Gaza dan Tepi Barat periode Oktober 2026 hingga Maret 2027, mengingat risiko hujan lebat, banjir, dan cuaca dingin ekstrem.
Badan Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) turut mencatat, dari 178.632 unit hunian yang dinilai, sekitar 107.941 unit atau 60 persen di antaranya rusak berat, hancur, atau tidak layak huni.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Israel belum memberikan pernyataan resmi terkait rangkaian serangan pada Rabu tersebut.


