HomeBeritaHamas Laporkan Kemajuan Perundingan Kairo, Siapkan Draf Respons Bersama atas Peta Jalan...

Hamas Laporkan Kemajuan Perundingan Kairo, Siapkan Draf Respons Bersama atas Peta Jalan Mediator

Delegasi delapan faksi Palestina susun sikap kolektif soal rencana Trump, sementara serangan Israel terus berlanjut di Gaza


KAIRO — Hamas menyatakan pada Selasa (9/6) bahwa kemajuan telah dicapai dalam perundingan yang sedang berlangsung di Mesir bersama faksi-faksi Palestina dan mediator, terkait implementasi gencatan senjata Gaza dan pelaksanaan peta jalan yang diajukan para mediator.

Taher al-Nunu, penasihat media kepala biro politik Hamas, menyatakan bahwa “delegasi Hamas dan kekuatan nasional telah menyiapkan draf respons bersama yang bersifat nasional dan bertanggung jawab atas peta jalan yang disampaikan para mediator kepada Hamas untuk menyelesaikan implementasi rencana Presiden Trump.”

Fokus Tiga Isu Utama

Al-Nunu menyebut bahwa pembicaraan berfokus pada penerapan kesepakatan gencatan senjata — termasuk isu-isu yang belum terselesaikan dalam fase pertama — sambil memperkuat hak-hak politik Palestina dan mendorong Komite Nasional untuk Administrasi Gaza agar segera mengambil alih tanggung jawab penuh.

Ia juga menegaskan bahwa perundingan menyoroti perlunya “mempercepat pengiriman bantuan kemanusiaan, memulai operasi rekonstruksi, dan mencapai penarikan penuh militer Israel dari Jalur Gaza dengan cara yang menjamin keamanan rakyat Palestina.”

Al-Nunu menambahkan bahwa semua pihak “menunjukkan tingkat positivitas dan tanggung jawab yang tinggi, dengan tujuan mencapai kesepakatan yang dapat diterima bersama.”

Senjata Hamas: Tawaran Baru, Penolakan Israel

Isu pelucutan senjata tetap menjadi simpul paling alot dalam perundingan. Hamas memberi sinyal kesediaan untuk menyerahkan senjata berat sesuai ketentuan rencana Trump, namun ingin mempertahankan senjata api untuk perlindungan diri — posisi yang langsung ditolak Israel, yang menuntut pelucutan senjata secara menyeluruh.

Perwakilan tinggi Board of Peace Nickolay Mladenov menegaskan bahwa proses pelucutan senjata terkait langsung dengan penarikan militer Israel secara bertahap ke perimeter Gaza, dengan syarat adanya kemajuan terverifikasi dalam pelucutan senjata dan penempatan Pasukan Stabilisasi Internasional sebagai penyangga.

Kepala Staf IDF Jenderal Eyal Zamir, dalam kunjungannya ke Gaza pada Minggu (7/6), menyatakan bahwa militer Israel “terus memperkuat kendali operasional di lapangan.” Ia menegaskan, “Kami tidak akan menyerah pada tujuan pelucutan senjata Hamas.”

Serangan Terus Berlanjut di Tengah Perundingan

Sementara diplomasi berproses di Kairo, situasi di lapangan tidak menunjukkan peredaan. Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, jumlah korban tewas sejak gencatan senjata diberlakukan pada 10 Oktober 2025 telah melampaui 970 orang.

Pasukan Israel juga terus memperluas zona kendalinya, dengan membangun tanggul tanah di sepanjang “Yellow Line” yang terus melebar dan melakukan pembongkaran rumah-rumah warga setiap malam. Segera setelah pertukaran tembakan terbaru dengan Iran pada Minggu, Israel menutup seluruh penyeberangan yang tersisa ke Gaza, sebelum mengumumkan akan membukanya kembali pada Selasa.

Delegasi Hamas yang dipimpin Khalil al-Hayya tiba di Kairo pada Jumat (5/6) untuk menghadiri perundingan yang dijadwalkan berlangsung beberapa hari, di tengah melemahnya gencatan senjata yang rapuh antara Hamas dan Israel. Belum ada jadwal pasti kapan perundingan putaran ini akan berakhir. (IW)

ARTIKEL TERKAIT

Terpopuler