HomeBeritaPalestinaHampir Ribuan Atlet Palestina Tewas Dibunuh Israel di Gaza

Hampir Ribuan Atlet Palestina Tewas Dibunuh Israel di Gaza

Gaza, Lapangan sepak bola di Gaza bukan lagi sekadar tempat pertandingan. Di tengah reruntuhan, lapangan-lapangan yang tersisa menjadi saksi hilangnya para pemain, pelatih, wasit, hingga pengurus olahraga Palestina yang tewas dalam perang.

Gaza, Lapangan sepak bola di Gaza bukan lagi sekadar tempat pertandingan. Di tengah reruntuhan, lapangan-lapangan yang tersisa menjadi saksi hilangnya para pemain, pelatih, wasit, hingga pengurus olahraga Palestina yang tewas dalam perang.

Sedikitnya 1.014 atlet Palestina telah terbunuh dalam serangan Israel sejak dimulainya genosida di Jalur Gaza, menurut Sekretaris Jenderal Federasi Media Olahraga Palestina, Mustafa Siam, demikian Anadolu Agency dikutip Senin (21/8).

Korban terbaru adalah Abdel Fattah Abu al-Aish, pemain Jabalia Services Club. Ia tewas pada Sabtu setelah serangan Israel menghantam sepeda motor listrik yang digunakan sebuah perusahaan pengiriman swasta di kawasan Tal al-Hawa, Kota Gaza.

Kematian Abu al-Aish terjadi hanya beberapa hari sebelum ia dan timnya dijadwalkan kembali ke lapangan.

Bek Jabalia Services Club itu tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti Piala Seribu Martir, turnamen yang diselenggarakan Asosiasi Sepak Bola Palestina dan dijadwalkan dimulai pada 4 September.

Kini, namanya justru menjadi bagian dari daftar panjang atlet Palestina yang tidak akan pernah kembali bermain.

Pemakamannya digelar di Kota Gaza pada Minggu dan dihadiri sejumlah atlet serta pendukung olahraga Palestina. Jabalia Services Club mengenangnya sebagai salah satu talenta muda yang menjanjikan dari Gaza utara.

Bukan hanya pemain yang menjadi korban
Menurut Siam, serangan terhadap olahraga Palestina tidak hanya merenggut nyawa pemain.

Pelatih, wasit dan pejabat Asosiasi Sepak Bola Palestina juga termasuk dalam daftar korban.

Dampaknya bahkan meluas hingga Tepi Barat yang diduduki. Sejumlah atlet Palestina dilaporkan tewas, sementara pemain, pelatih dan administrator olahraga juga ditahan.

“Olahraga Palestina kini menghadapi krisis eksistensial,” kata Siam, menggambarkan kondisi dunia olahraga di tengah kehancuran yang terus berlangsung.

Bukan hanya manusia yang hilang. Tempat mereka berlatih dan bertanding juga dihancurkan.

Federasi Media Olahraga Palestina menyebut Israel telah menghancurkan lebih dari 50 dari 56 klub olahraga di Gaza serta sekitar 20 lapangan sepak bola lima lawan lima yang sebelumnya dibangun Asosiasi Sepak Bola Palestina dengan dukungan FIFA.

Stadion, klub, ruang olahraga dan akademi olahraga turut mengalami kerusakan atau kehancuran.

ARTIKEL TERKAIT

Terkini