HomeBeritaKemenkes Gaza Desak Pembukaan Rafah, 21.468 Pasien Menunggu Berobat ke Luar Wilayah

Kemenkes Gaza Desak Pembukaan Rafah, 21.468 Pasien Menunggu Berobat ke Luar Wilayah

GAZA CITY — Kementerian Kesehatan Gaza pada Kamis (29/10/2026) menyerukan agar perlintasan Rafah dibuka bagi warga sakit dan terluka yang harus berobat ke luar Gaza. Kementerian menyebut 21.468 pasien dan korban luka menunggu keberangkatan, sementara serangan Israel masih berlangsung di wilayah itu meski gencatan senjata berlaku sejak 10 Oktober 2025.

Dari jumlah tersebut, 6.430 orang tergolong kasus prioritas. Kementerian menyalahkan penutupan perbatasan yang berulang dan apa yang disebutnya penundaan prosedur evakuasi yang disengaja. Menurut kementerian, puluhan pasien meninggal saat menunggu izin keluar, sementara kondisi ribuan lainnya memburuk serius.

Evakuasi Medis yang Terbatas

Sejak Februari, kementerian mencatat 3.056 pasien dan korban luka telah dievakuasi ke luar Gaza. Sebanyak 2.614 orang keluar lewat Rafah, perlintasan menuju Mesir, dan 442 orang lewat Karem Abu Salem (Kerem Shalom), perlintasan menuju Israel.

Rafah dibuka sebagian pada Februari 2026. Pada pertengahan bulan itu, kementerian menyatakan lebih dari 20.000 pasien dan korban luka tercatat dalam daftar keberangkatan.

Badan koordinasi urusan sipil militer Israel, COGAT, pada Februari menyatakan perjalanan lewat Rafah bergantung pada daftar penumpang yang disetujui otoritas Mesir dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), serta kapasitas perlintasan. Belum ditemukan tanggapan resmi Israel atas pernyataan kementerian pada Kamis.

Serangan Berlanjut di Sekitar Perlintasan

Dalam 24 jam hingga Kamis, kementerian melaporkan enam warga Palestina tewas dan 38 terluka. Di antara korban tewas, empat orang adalah pegawai sipil Kementerian Ekonomi yang memantau truk bantuan masuk lewat Karem Abu Salem. Mereka tewas dalam serangan drone di kawasan al-Mawasi, Rafah, dekat kedua perlintasan itu, dan lebih dari 30 orang lainnya terluka, menurut koresponden Al Jazeera, Moath al-Kahlout.

Puluhan ribu warga terusir tinggal di tenda di al-Mawasi, kawasan yang sebelumnya ditetapkan Israel sebagai “zona aman”. Belum ditemukan pernyataan militer Israel mengenai serangan tersebut.

Dua orang lainnya tewas dalam serangan drone terhadap mobil sipil di kamp pengungsi Maghazi, Gaza tengah, menurut Al Jazeera. Pada Jumat dini hari, serangan udara menghantam sebuah apartemen di Sheikh Radwan, barat laut Gaza City, dan melukai sejumlah warga, menurut media Palestina yang dikutip Daily Pioneer.

Korban Sejak Gencatan Senjata

Kementerian Kesehatan Gaza mencatat setidaknya 1.574 warga Palestina tewas dan 5.867 terluka sejak gencatan senjata berlaku, menurut BT News yang mengutip kementerian. Total korban tewas sejak Oktober 2023 mencapai 74.570 jiwa, menurut laporan yang sama.

Kementerian tidak membedakan korban sipil dan petempur. Data kementerian dinilai umumnya andal oleh badan-badan PBB dan para ahli independen, menurut laporan yang dimuat WISH-TV. Israel sebelumnya menyatakan serangannya bertujuan menggagalkan serangan yang akan dilakukan Hamas dan kelompok bersenjata lain, menurut laporan Aaj TV pada Juni 2026.

ARTIKEL TERKAIT

Terkini