Friday, February 28, 2025
HomeBeritaMedia internasional: Dokter Gaza tidak luput dari penyiksaan dan penghinaan di penjara...

Media internasional: Dokter Gaza tidak luput dari penyiksaan dan penghinaan di penjara Israel

Berbagai media internasional membahas beragam topik, mulai dari penderitaan para dokter Gaza di penjara Israel, hambatan dalam penerapan perjanjian pertukaran tahanan dan gencatan senjata di Jalur Gaza, hingga Konferensi Dialog Nasional di Suriah.

Sebuah laporan di The Guardian menyoroti kesaksian dokter-dokter dari Gaza yang mengalami berbulan-bulan penyiksaan di penjara Israel sebelum akhirnya dibebaskan tanpa tuduhan apa pun. Saat ini, lebih dari 160 dokter masih ditahan.

Seorang ahli bedah yang ditangkap saat sedang melakukan operasi darurat mengungkapkan bahwa ia mengalami penyiksaan yang luar biasa.

Para sipir Israel bahkan berusaha memastikan bahwa ia tidak akan mampu lagi melakukan operasi di masa depan.

Sementara itu, The Independent menulis bahwa gencatan senjata di Gaza memasuki fase ketidakpastian.

“Karena sulit untuk memprediksi apa yang akan terjadi dalam beberapa hari ke depan,”tulisnya.

Hal ini menunjukkan bahwa tantangan terbesar dalam menjaga stabilitas perjanjian tersebut masih belum datang.

Menurut surat kabar itu, perpanjangan fase pertama perjanjian akan semakin memperdalam ketidakpercayaan antara Hamas dan Israel.

Terutama, tulisnya, karena negosiasi tahap kedua mengalami kebuntuan.

Di sisi lain, The Jerusalem Post membahas dampak ekonomi perang Gaza terhadap Israel.

Hasil survei opini publik menunjukkan bahwa seperlima dari warga Israel yang mengungsi akibat perang kini menganggur.

Sementara itu, hanya 39% dari mereka yang telah kembali ke rumah masing-masing.

Surat kabar itu mencatat bahwa angka-angka tersebut mencerminkan besarnya biaya ekonomi yang ditanggung Israel akibat perang.

Di lain sisi, miliaran dolar telah dihabiskan untuk operasi militer sejak serangan 7 Oktober 2023.

Indikator awal

Dalam laporan tentang Suriah, The Washington Post menyoroti bahwa Konferensi Dialog Nasional di negara itu memiliki signifikansi besar dalam proses transisi politik.

“Baik bagi rakyat Suriah maupun komunitas internasional,” catatnya.

Menurut laporan itu, konferensi tersebut memberikan indikasi awal bahwa kepemimpinan baru Suriah terbuka terhadap proses demokratis.

Hal ini menjadi syarat utama yang disebutkan oleh para pemimpin Barat untuk mencabut sanksi ekonomi terhadap Damaskus.

Sementara itu, The Wall Street Journal membahas tantangan besar yang dihadapi Eropa. Menurutnya, Eropa harus bersiap menghadapi kemungkinan mempertahankan diri tanpa dukungan Amerika Serikat (AS).

“Pemerintah Eropa perlu mengimbangi kekurangan kapasitas pertahanan yang sangat besar, yang mungkin tidak meninggalkan pilihan lain selain memotong pengeluaran di sektor lain dan menaikkan pajak secara drastis,” tulisnya mengacu pada sebuah dokumen penelitian.

Langkah ini, menurut laporan itu, bisa menyebabkan hilangnya dukungan politik dan publik di Eropa.

ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Most Popular