Tuesday, January 13, 2026
HomeBeritaMenteri Israel dorong pendudukan permanen di Gaza

Menteri Israel dorong pendudukan permanen di Gaza

Sejumlah pejabat senior Israel pada Senin secara terbuka menyuarakan dukungan terhadap pendudukan permanen Jalur Gaza, bertentangan dengan rencana yang didukung Amerika Serikat (AS) yang secara tegas menolak keberadaan militer Israel maupun aneksasi wilayah tersebut, lapor Anadolu.

Pernyataan itu disampaikan dalam sebuah konferensi bertajuk “Gaza – The Day After” yang digelar di parlemen Israel (Knesset), sebagaimana dilaporkan media sayap kanan Israel, Channel 7.

Menteri Kehakiman Israel Yariv Levin mengatakan Israel harus tetap menguasai Gaza sebagai bagian dari klaim teritorial yang lebih luas.

“Kita harus hadir di Gaza dan di seluruh Tanah Israel. Ini, pertama-tama, adalah negara kita,” ujar Levin.

Dalam kesempatan yang sama, anggota parlemen dari kelompok sayap kanan, Simcha Rothman, menegaskan Israel seharusnya mempertahankan kendali penuh atas Jalur Gaza.

“Israel harus tetap menguasai Jalur Gaza,” kata Rothman, dikutip Channel 7.

Menurut laporan Channel 7, diskusi dalam konferensi tersebut mencakup sejumlah usulan, termasuk kelanjutan kontrol keamanan Israel, pelucutan senjata Hamas, serta langkah-langkah yang disebut bertujuan mendorong pengusiran paksa warga Palestina dari Gaza.

Pernyataan para pejabat itu muncul meskipun Israel secara resmi telah menyetujui rencana yang diumumkan Presiden AS Donald Trump, yang menyatakan bahwa Israel tidak akan menduduki ataupun menganeksasi Gaza.

Rencana tersebut diumumkan pada akhir September sebagai bagian dari inisiatif yang lebih luas untuk mengakhiri perang di Gaza. Proposal itu mencakup gencatan senjata, pembebasan sandera Israel, pelucutan senjata Hamas, penarikan pasukan Israel dari Gaza, pembentukan pemerintahan teknokrat, serta penempatan pasukan stabilisasi internasional.

Sejak Oktober 2023, militer Israel dilaporkan telah menewaskan lebih dari 71.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta melukai lebih dari 171.000 orang dalam serangan besar-besaran yang menghancurkan Jalur Gaza.

Meski gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober, militer Israel dilaporkan masih melanjutkan serangan. Kementerian Kesehatan Gaza mencatat sedikitnya 442 warga Palestina tewas dan 1.236 lainnya luka-luka sejak gencatan senjata diberlakukan.

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Kandidat PhD bidang Hubungan Internasional Universitas Sains Malaysia. Peneliti Asia Middle East Center for Research and Dialogue
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler