Thursday, April 3, 2025
HomeBeritaNetanyahu: Pasukan AS tak diperlukan di Gaza

Netanyahu: Pasukan AS tak diperlukan di Gaza

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Kamis menegaskan bahwa pasukan AS tidak diperlukan di Jalur Gaza.

“Tidak!” tegas Netanyahu kepada para wartawan di Kongres, saat ditanya apakah menurutnya pasukan AS diperlukan di Gaza untuk mendukung rencana perdamaian Presiden Donald Trump.

Netanyahu berkunjung ke Kongres sebagai bagian dari kunjungannya ke Washington, DC, untuk berbicara dengan para anggota legislatif.

Selama pertemuan dengan pimpinan Senat, Netanyahu menerima dukungan penuh terhadap Israel, demikian keterangan dari kantor Perdana Menteri Israel.

Netanyahu menjelaskan posisi Israel, menyatakan bahwa Iran harus dicegah memperoleh senjata nuklir, dan Hamas harus dihapuskan di Gaza.

Pada akhir Januari, Senat AS memblokir rancangan undang-undang yang dipimpin oleh Partai Republik untuk memberikan sanksi kepada Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) sebagai protes terhadap surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant terkait kampanye militer Israel di Gaza.

Selain itu, Netanyahu bertemu dengan Senator Lindsey Graham dan Richard Blumenthal. Ia juga mengadakan pertemuan dengan Ketua Komite Intelijen Senat Tom Cotton, dan Senator Demokrat John Fetterman, menurut kantor Perdana Menteri.

Donald Trump menguatkan rencananya untuk “mengambil alih” Gaza pada hari Kamis dan mengatakan tidak akan ada tentara AS yang diperlukan. Proposal ini mendapat kecaman luas dari para pemimpin dunia.

“Jalur Gaza akan diserahkan kepada Amerika Serikat oleh Israel setelah pertempuran selesai. Para penduduk Palestina, seperti Chuck Schumer, akan dipindahkan ke komunitas yang jauh lebih aman dan lebih indah, dengan rumah-rumah baru dan modern di kawasan ini,” ujarnya di Truth Social.

Ia mengklaim bahwa warga Palestina akan memiliki “kesempatan untuk hidup bahagia, aman, dan bebas” berkat skema relokasi yang diusulkannya, yang mencakup pemindahan warga Palestina ke Mesir dan Yordania.

“Pemerintah AS, bekerja sama dengan tim pengembangan terbaik dari seluruh dunia, akan mulai secara perlahan dan hati-hati membangun salah satu pembangunan terbesar dan paling spektakuler yang pernah ada di dunia. Tanpa tentara AS yang diperlukan! Stabilitas untuk kawasan ini akan terwujud!!!” tambah Trump.

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Pengajar HI Universitas Al Azhar Indonesia, Mahasiswa PhD Hubungan Antarbangsa Universitas Sains Malaysia.
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Most Popular