Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berangkat pada Rabu malam menuju Hungaria, meskipun ia dihadapkan dengan surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) terkait tuduhan kejahatan perang di Gaza.
Netanyahu “berangkat untuk kunjungan empat hari ke Hungaria, didampingi oleh istrinya, Sara,” lapor harian Israel, Yedioth Ahronoth.
Ia diperkirakan akan tiba di ibu kota Budapest pada pagi hari, tempat kunjungannya secara resmi dimulai, tambah surat kabar tersebut.
Human Rights Watch (HRW) mendesak Hungaria untuk menangkap Netanyahu jika ia menginjakkan kaki di negara tersebut.
“Hungaria seharusnya menolak masuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu atau menangkapnya jika ia memasuki negara itu,” ujar kelompok hak asasi manusia yang berbasis di New York tersebut pada Selasa, setelah kantor Netanyahu mengumumkan kunjungan ke Hungaria minggu ini atas undangan dari Perdana Menteri Viktor Orban.
Pada November lalu, ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya, Yoav Gallant, atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Kelompok hak asasi manusia, Amnesty International, juga mendesak Hungaria untuk menangkap Netanyahu jika ia bepergian ke negara itu dan menyerahkannya kepada ICC.
Israel kini tengah menghadapi kasus genosida di Pengadilan Internasional atas tindakan militer yang dilakukannya di Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 50.000 orang sejak serangan yang dilakukan oleh kelompok Palestina, Hamas, pada 7 Oktober 2023.