Saturday, April 5, 2025
HomeBeritaPejabat Pentagon: Kami gagal hancurkan gudang senjata besar milik Houthi

Pejabat Pentagon: Kami gagal hancurkan gudang senjata besar milik Houthi

Surat kabar The New York Times mengutip pernyataan para pejabat di Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon). Mereka mengakui bahwa upaya untuk menghancurkan gudang senjata besar milik kelompok Ansarullah Houthi, yang terdiri dari rudal, drone, dan peluncur, belum menunjukkan hasil yang signifikan.

Menurut 3 pejabat Kongres dan sekutu yang berbicara kepada surat kabar tersebut, kelompok Houthi telah memperkuat banyak tempat persembunyian dan lokasi-lokasi strategis lainnya.

Sehingga menghambat kemampuan militer Amerika Serikat (AS) untuk mengganggu serangan rudal mereka.

The New York Times juga melaporkan bahwa dalam waktu hanya 3 minggu serangan udara terhadap Houthi, Departemen Pertahanan AS telah menghabiskan amunisi senilai 200 juta dolar AS.

Jumlah ini belum termasuk biaya operasional dan personel untuk pengerahan dua kapal induk, pesawat pengebom tambahan, jet tempur, serta sistem pertahanan udara Patriot dan THAAD.

Para pejabat mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa serangan udara AS terhadap posisi Houthi di Yaman kemungkinan akan berlangsung selama enam bulan ke depan.

Serangan udara baru

Sementara itu, media yang berafiliasi dengan kelompok Ansarullah Houthi melaporkan bahwa serangan udara baru Amerika menargetkan wilayah Al-Asaid di distrik Kitaf, Provinsi Sa’dah.

Mereka juga menyerang daerah Kahlan di timur kota tersebut, yang terletak di utara Yaman.

Di sisi lain, media Israel melaporkan bahwa sistem pertahanan udara Amerika berhasil mencegat sebuah rudal yang diluncurkan dari Yaman sebelum mencapai wilayah Israel.

Pada hari Kamis kemarin, media Houthi menyebut bahwa jet tempur Amerika melakukan serangkaian serangan di Provinsi Sa’dah, Al-Hudaydah, dan Sanaa.

Sumber tersebut menyebutkan bahwa serangan udara itu melanda bagian timur dan tenggara kota Sa’dah dengan total 17 serangan dalam dua gelombang.

Larut malam Kamis, Otoritas Penyiaran Israel melaporkan bahwa sistem pertahanan udara Amerika berhasil mencegat sebuah rudal yang ditembakkan dari Yaman sebelum mencapai Israel.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump pada 15 Maret lalu mengumumkan bahwa ia telah memerintahkan pasukannya untuk meluncurkan serangan besar terhadap kelompok Houthi di Yaman. Trump juga mengancam akan menghancurkan Houthi sepenuhnya.

Menanggapi hal tersebut, kelompok Houthi menegaskan bahwa ancaman Trump tidak akan menghalangi mereka untuk terus mendukung Gaza.

Mereka pun melanjutkan serangan terhadap target-target di dalam Israel serta kapal-kapal yang menuju ke sana di Laut Merah.

Serangan itu bersamaan dengan dimulainya kembali serangan besar-besaran Israel terhadap Jalur Gaza sejak 18 Maret lalu.

ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Most Popular