HomeBeritaPerundingan Gaza di Kairo Berlanjut, Fokus pada Tahap Kedua Gencatan Senjata

Perundingan Gaza di Kairo Berlanjut, Fokus pada Tahap Kedua Gencatan Senjata

KAIRO — Perundingan untuk memajukan gencatan senjata Gaza yang rapuh berlanjut di Kairo pada Senin (8/6), mempertemukan delegasi Hamas dengan para mediator dari Mesir, Qatar, dan Turki. Pembahasan berpusat pada peta jalan untuk menuntaskan tahap pertama kesepakatan dan membuka jalan ke tahap kedua, di tengah kekerasan yang masih berlangsung di Jalur Gaza meski gencatan senjata berlaku sejak 10 Oktober 2025.

Menurut sumber Palestina yang mengetahui jalannya pertemuan, para mediator dijadwalkan bertemu delegasi Hamas menjelang tengah hari Senin, diikuti pertemuan lebih luas yang melibatkan seluruh faksi Palestina. Delegasi Hamas dipimpin pemimpinnya di Gaza sekaligus kepala negosiator, Khalil al-Hayya, yang tiba di Kairo sejak Jumat (5/6) untuk perundingan multihari.

Suasana Disebut Positif

Saluran televisi Al-Qahera News yang terafiliasi negara Mesir melaporkan bahwa sesi hari Minggu berlangsung dalam suasana positif. Menurut saluran tersebut, terdapat kesepakatan mengenai perlunya melanjutkan implementasi rencana yang diusung Presiden AS Donald Trump.

Tahap pertama gencatan senjata mencakup pembebasan sandera Israel terakhir yang ditahan Hamas, dengan imbalan pembebasan warga Palestina yang ditahan Israel. Tahap ini juga meliputi masuknya bantuan kemanusiaan dan penarikan pasukan Israel dari sejumlah wilayah.

Transisi ke tahap kedua, yang semestinya mencakup perlucutan senjata Hamas dan penarikan bertahap militer Israel, telah mandek selama berbulan-bulan. Amerika Serikat mengumumkan dimulainya tahap kedua pada pertengahan Januari, namun pelaksanaannya tersendat.

Pemerintahan Pascaperang Jadi Titik Buntu

Pertanyaan mengenai pemerintahan Gaza pascaperang tetap menjadi salah satu titik buntu utama dalam negosiasi. Israel menolak segala bentuk kembalinya Hamas ke tampuk kekuasaan, tetapi juga menolak pengambilalihan langsung oleh Otoritas Palestina yang berbasis di Ramallah pada tahap ini.

Hamas, di sisi lain, menuntut pembentukan administrasi Palestina lebih dulu sebelum mempertimbangkan penyerahan sebagian persenjataannya — sebuah syarat utama untuk tahap kedua, selain penarikan pasukan Israel.

Perundingan berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, setelah Israel dan Iran saling melepaskan tembakan pada Senin. Meski gencatan senjata Gaza secara teknis berlaku sejak Oktober, kekerasan harian terus mengguncang wilayah itu, yang lebih dari separuhnya masih berada di bawah kendali militer Israel — bertentangan dengan ketentuan kesepakatan.

Israel telah menewaskan sedikitnya 936 orang sejak gencatan senjata dimulai, menurut Kementerian Kesehatan Gaza, yang angka-angkanya dinilai kredibel oleh PBB. Baik Hamas maupun Israel saling menuduh melanggar gencatan senjata.

ARTIKEL TERKAIT

Terpopuler