Serangan udara Israel kembali menghantam wilayah padat penduduk di Kota Gaza, Sabtu (30/8).
Sasaran serangan mencakup sebuah gedung apartemen, sebuah toko roti rakyat, dan tenda penampungan di kawasan barat kota.
Akibatnya, puluhan warga sipil menjadi korban, sebagian besar perempuan dan anak-anak.
Dokter di RS Al-Syifa melaporkan bahwa sebagian besar korban luka dalam serangan di kawasan Al-Rimal mengalami cedera parah.
Sementara itu, di kawasan Al-Nasr, serangan yang menghantam sebuah toko roti dan sebuah tenda penampungan menewaskan 12 orang.
Di timur Kota Gaza, serangan udara di permukiman Al-Zaytoun menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai beberapa lainnya.
Dengan demikian, jumlah korban jiwa akibat serangan pada Sabtu mencapai 77 orang, menurut data rumah sakit di Jalur Gaza. Dari jumlah itu, 19 di antaranya adalah warga yang sedang menunggu bantuan.
Korban di pihak Israel
Di sisi lain, militer Israel mengumumkan kematian seorang sersan mayor dari Batalion Logistik Divisi ke-36 dalam pertempuran di selatan Gaza.
Media Israel melaporkan, prajurit tersebut tewas akibat salah tembak oleh pasukan sendiri.
Dengan tambahan ini, jumlah tentara dan perwira Israel yang tewas sejak dimulainya operasi “Thaufan Al-Aqsha” pada 7 Oktober 2023 mencapai 900 orang.
Selain itu, Radio Militer Israel melaporkan dua prajurit Brigade Golani mengalami luka ringan akibat ledakan granat di Khan Younis.
Perlawanan bersenjata
Sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, mengklaim telah menghancurkan sebuah kendaraan lapis baja Israel dengan ranjau darat di sekitar Universitas Gaza, kawasan selatan Al-Zaytoun.
Mereka juga melaporkan adanya helikopter evakuasi yang mendarat di lokasi.
Media Israel mengonfirmasi bahwa satu tentara tewas dan 11 lainnya mengalami luka serius dalam insiden tersebut.
Pertempuran sengit terjadi di kawasan Al-Zaytoun dan Al-Sabra, termasuk kontak senjata jarak dekat antara pejuang perlawanan dan tentara Israel.
Laporan media Israel menyebut militer mengaktifkan “Protokol Hannibal” untuk mencegah penculikan prajurit, bahkan dengan risiko menewaskan mereka sendiri melalui serangan udara.
Radio Militer Israel juga mengabarkan tujuh tentara luka-luka akibat kendaraan lapis baja yang melintasi ranjau darat di Al-Zaytoun.
Sempat muncul laporan empat tentara hilang kontak, tetapi kemudian dikonfirmasi mereka berhasil dihubungi kembali.
Selain itu, militer Israel melakukan penghancuran bangunan di Khan Younis bagian tengah dan utara, sementara kapal perang menembakkan meriam ke arah pantai kota tersebut.
Sejak 7 Oktober 2023, serangan Israel yang didukung penuh oleh Amerika Serikat (AS) telah menewaskan sedikitnya 63.025 warga Palestina dan melukai 159.490 orang, mayoritas perempuan dan anak-anak.
Lebih dari 10.000 orang dinyatakan hilang, ratusan ribu warga mengungsi, dan krisis pangan yang meluas telah merenggut nyawa sedikitnya 322 warga, termasuk 121 anak-anak.