HomeSejarah Indonesia-PalestinaSejarah PalestinaSepak Bola Palestina: Dari Liga Mandat hingga Kemenangan 5-0 di Chongqing

Sepak Bola Palestina: Dari Liga Mandat hingga Kemenangan 5-0 di Chongqing

GAZA CITY — Tim nasional sepak bola Palestina mengalahkan Tiongkok 5-0 pada laga persahabatan FIFA Matchday di Stadion Longxing, Chongqing, Jumat, 2 Oktober 2026. Assad Al-Hamlawi mencetak dua gol (menit ke-16 dan ke-22), Oday Dabbagh dua gol (45+5 dan 54), dan Ahmed Al-Qaq menutup skor di masa tambahan waktu.

Kantor berita EFE mencatat ini kekalahan pertama Tiongkok dari Palestina. Kedua tim pertama bertemu pada 1966, dan menurut Asosiasi Sepak Bola Tiongkok (CFA), Tiongkok sebelumnya mencatat lima kemenangan dan dua hasil imbang dalam tujuh pertemuan. Sebelum laga, peringkat FIFA keduanya berdekatan: Tiongkok ke-93, Palestina ke-94.

Asosiasi yang lahir di masa Mandat (1928–1948)

yyvHqTt63SpXl8xtsvh8ylQHuNTyUXrVwhZxswCy3Jq069DgV fewdUH560RBEgE318NXCG 9eiMZmlVWYhkf3ccc1HxP t4UIoMDR4 6dHE MxoqH340AMAc5CkNXHnYEzP2jWLgKMY9eKIQNcLHW692zoTuWJ 5DrZZQw Ac?purpose=inline

Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) dibentuk pada Agustus 1928 dan bergabung dengan FIFA pada Juni 1929. Keanggotaannya mencakup klub Arab, klub Yahudi, dan klub yang mewakili polisi serta tentara Inggris. Dalam praktiknya, asosiasi itu didominasi pemain dan pengurus Yahudi.

Tim Mandat memainkan lima laga internasional antara 1934 dan 1940, dan seluruhnya menurunkan pemain Yahudi saja. Lima laga itu adalah dua pertandingan kualifikasi Piala Dunia 1934 melawan Mesir, dua kualifikasi 1938 melawan Yunani, dan satu laga persahabatan melawan Lebanon yang dimenangi 5-1 pada 1940. Mesir menang 7-1 di Kairo pada 16 Maret 1934 dan 4-1 di leg kedua, sehingga agregat 11-2. Yunani menang agregat 4-1 pada 1938.

Laga-laga itu tercatat sebagai pertandingan resmi oleh FIFA, dan diakui baik oleh PFA masa kini maupun Asosiasi Sepak Bola Israel sebagai bagian dari sejarah masing-masing. Sejarah tim Mandat dengan demikian diklaim dua pihak. Tim itu menjadi tim nasional Israel pada 1948.

Tim tanpa pengakuan FIFA (1948–1997)

S17jgEme5NTmdlhghH6yG1ZdU5rTkTOMDy Xh LIVprG1k9TB6uD4miLYEU1rVxPoc6iwtGvPacznzrOeMCR8mRkPyQqkHSRhba05JTZGsdY4gfyK3vEuSE3dLPyhvXiaFfky7wCLtRz0ilRtib6VPVfJdp Ehc2vTYil 59XMHpp2ZO04BkUSrUUQgejQ A?purpose=inline

Pada 1946, sebuah tim tidak resmi berisi pemain Muslim, Kristen, dan Armenia dari liga Palestina memainkan laga pertamanya di Suriah. FIFA tidak mengakui tim itu. Antara 1948 dan 1997, Palestina hanya memiliki tim tidak resmi yang diakui Persatuan Sepak Bola Arab (UAFA) dan sejumlah asosiasi Arab.

Tim ini tampil di Pan Arab Games 1953, 1966, dan 1976, serta Piala Arab 1966 dan 1992. Tim ini juga diundang ke GANEFO 1966 di Kamboja. Antara April 1966 dan Juli 1998, Palestina hanya meraih dua kemenangan dari 13 pertandingan, menurut catatan jurnalis olahraga Inggris.

Pengakuan FIFA dan hambatan perjalanan (1998–2013)

FIFA menerima Palestina sebagai anggota penuh pada 8 Juni 1998 dalam Kongres Biasa ke-51, setelah sejumlah upaya yang dimulai sejak 1946. Pertandingan persahabatan pertama sebagai anggota FIFA dimainkan melawan Lebanon, Yordania, dan Suriah pada Juli 1998.

Perjalanan antarwilayah menjadi hambatan berulang. Pada 2008, pemain tidak bisa berangkat ke India untuk AFC Challenge Cup. Pertandingan melawan Singapura juga batal karena visa keluar ditolak; satu sumber menyebut tahun 2006, sumber lain mengaitkannya dengan kualifikasi Piala Dunia 2010 dan menyebut pemain dari Gaza, hampir separuh skuad, tidak diizinkan keluar. Karena kedua sumber berbeda soal tahun dan konteks, belum bisa dipastikan apakah ini satu insiden atau dua.

Stadion Internasional Faisal Al-Husseini di Al-Ram dibangun pada 2008 dengan dana program Goal FIFA. Laga kompetitif resmi pertama Palestina di sana dimainkan pada Maret 2011, pada kualifikasi Olimpiade 2012.

Piala Asia dan kualifikasi Piala Dunia (2014–2025)

Pada Mei 2014, Palestina mengalahkan Filipina 1-0 di final AFC Challenge Cup. Itu gelar pertama mereka, dan membuka jalan ke Piala Asia 2015 di Australia. Di sana Palestina kalah 0-4 dari Jepang, 1-5 dari Yordania, dan 0-2 dari Irak. Jaka Ihbeisheh mencetak gol pertama Palestina di Piala Asia.

Pada 2019, Palestina lolos ke Piala Asia lewat kualifikasi reguler untuk pertama kalinya, dan mencatat dua hasil imbang dari tiga laga. Peringkat FIFA tertinggi mereka, ke-73, dicapai pada Februari 2018.

Edisi 2023, yang dimainkan di Qatar pada Januari 2024, menjadi capaian terbaik. Setelah delapan laga Piala Asia tanpa kemenangan, Palestina mengalahkan Hong Kong 3-0 pada 23 Januari 2024. Itu kemenangan pertama mereka di turnamen tersebut sekaligus tiket pertama ke babak 16 besar, tempat mereka kalah 1-2 dari Qatar, tuan rumah dan juara bertahan.

Dalam kualifikasi Piala Dunia 2026, hasil 0-0 melawan Lebanon pada Juni 2024 membawa Palestina ke putaran ketiga untuk pertama kalinya. Mereka tersingkir pada 10 Juni 2025 setelah bermain 1-1 dengan Oman; Oman menyamakan kedudukan lewat penalti di masa tambahan waktu, padahal Palestina membutuhkan kemenangan. Pada Piala Arab FIFA 2025, Palestina membuka turnamen dengan kemenangan 1-0 atas Qatar pada 1 Desember 2025.

Sepak bola di Gaza

nOJtRNUGWzG bEMaOEh0GPCLP0FLBY1AusZtPo5JZS0c1mS5zQ8JunbaZKazjjlDtnE5b9Sc0ec8 823r1nx NAq7yoGh4mzzDm0PLC9kYGvXrCHoLL3QDueqCl8DsUk9KQ2O

Perang yang dimulai Oktober 2023 berdampak langsung pada olahraga di Gaza. Menurut PFA, per Agustus 2025 sebanyak 421 pesepak bola tewas atau meninggal karena kelaparan, 103 di antaranya anak-anak. PFA juga mencatat 288 fasilitas olahraga rusak atau hancur: 268 di Gaza dan 20 di Tepi Barat. Angka-angka ini berasal dari PFA dan belum kami verifikasi secara independen.

Salah satu korban yang paling dikenal adalah Suleiman al-Obeid, 41 tahun, yang dijuluki “Pele Palestina”. Ia mencatat 24 penampilan dan dua gol bersama timnas, dan mencetak lebih dari 100 gol sepanjang kariernya menurut PFA. PFA menyatakan ia tewas dalam serangan pasukan Israel saat menunggu bantuan di Gaza selatan pada Agustus 2025. Keluarganya menyebut penyebabnya tembakan tank. Militer Israel menyatakan peninjauan awal tidak menemukan catatan insiden yang melibatkan al-Obeid dan meminta keterangan lebih lanjut.

Dari Chongqing ke Gaza

O4mtZQmRUE2akSOsG0QD9YSpBBOogn0YdaYn4pUmXf5lPU3PffYA6AluiSyzDpRuVRQN2bkS7C0sV8tPhKi3bdtX

Kemenangan 5-0 atas Tiongkok menutup pemusatan latihan tim di Tiongkok, yang sebelumnya mencatat kemenangan 4-2 atas Tajikistan pada 28 September 2026. Palestina belum pernah lolos ke Piala Dunia.

Sejarah tim ini sejak 1928 memperlihatkan dua hal yang berjalan bersamaan: capaian kompetitif yang bertambah sejak pengakuan FIFA pada 1998, dan kendala perjalanan, fasilitas, serta keselamatan pemain yang tidak pernah hilang. Di Gaza, asal sebagian besar pemain dan penonton sepak bola Palestina, sebagian besar infrastruktur olahraga kini rusak atau hancur menurut PFA.

ARTIKEL TERKAIT

Terkini