GAZA CITY — Serangan udara Israel menewaskan Izz al-Din Al-Beik, kepala sayap bersenjata Hamas di Jalur Gaza bagian utara, pada Selasa (29/9/2026), menurut pejabat Israel dan Palestina. Petugas medis menyebut serangan itu menghantam sebuah gedung apartemen di lingkungan Nasr, Kota Gaza, sekitar fajar. Israel menyatakan Al-Beik terlibat dalam perencanaan serangan dan perekrutan anggota.
Dikonfirmasi Kedua Pihak
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz menyatakan militer Israel menargetkan dan menewaskan Al-Beik. Militer Israel dan dinas keamanan Shin Bet menyebut serangan itu sebagai serangan udara presisi dan menilai Al-Beik sebagai ancaman langsung bagi pasukan dan warga sipil Israel.
Hamas mengeluarkan pernyataan yang membenarkan kematian Al-Beik. Kelompok itu menggambarkannya sebagai salah satu pemimpin serangan 7 Oktober 2023. Menurut militer Israel, Al-Beik memimpin Brigade Gaza Utara sejak pendahulunya, Ahmed Ghandour, tewas dalam serangan Israel pada 10 November 2023.
Klaim Israel mengenai peran Al-Beik dalam rencana serangan belum diverifikasi secara independen.
Korban Lain dan Serangan Berbeda
Rumah Sakit Al-Shifa melaporkan satu orang lain meninggal kemudian akibat luka dari serangan tersebut. Dalam keterangan fotonya, AP menyebut dua jenazah yang dibawa dalam prosesi pemakaman di Kota Gaza sebagai Al-Beik dan Mohannad Abu Foul. Reuters, dalam keterangan foto pemakaman yang sama, menyebut korban kedua sebagai pengawal Al-Beik.
Di tempat lain, petugas medis melaporkan seorang perempuan tewas, sementara suami dan warga lain terluka, dalam serangan Israel di atap sebuah bangunan di Gaza. Serangan lain menewaskan seorang perempuan dan melukai beberapa orang di kamp pengungsi Nuseirat, Gaza tengah. Militer Israel menyatakan melakukan dua serangan terhadap anggota kelompok bersenjata di Jabalia.
Gencatan Senjata di Bawah Tekanan
Serangan ini terjadi ketika Israel meningkatkan operasi terhadap Hamas dalam beberapa pekan terakhir. Militer Israel menyatakan telah menewaskan setidaknya 20 tokoh Hamas bulan ini, termasuk sejumlah komandan senior. Israel menuduh Hamas mempersenjatai kembali diri dan melancarkan serangan yang melanggar gencatan senjata Oktober. Hamas membantah dan menuduh Israel merusak kesepakatan tersebut.
Otoritas kesehatan Gaza mencatat sedikitnya 1.400 warga Palestina tewas sejak gencatan senjata berlaku, sedangkan militer Israel menyebut empat tentaranya tewas. Otoritas Palestina menyebut lebih dari 73.000 orang tewas sejak serangan Israel ke Gaza dimulai, setelah serangan pimpinan Hamas pada Oktober 2023 menewaskan sekitar 1.200 orang di Israel selatan.
Gencatan senjata yang ditengahi Amerika Serikat itu mengatur rekonstruksi Gaza, tetapi kemajuannya minim karena kedua pihak belum sepakat soal syarat pelucutan senjata Hamas dan penarikan pasukan Israel.


