bahrain

Bahrain Jalin Kesepakatan Normalisasi Baru dengan “Israel”

GAZA MEDIA, PALESTINA – Menteri Luar Negeri Bahrain, Abdul Latif bin Rashid Al-Zayani menandatangani kesepakatan normalisasi baru yang dimediasi Menlu penjajah ‘Israel’, Yair Lapid dalam rangka strategi bersama menjaga perdamaian hangat antara kedua negara saat pertemuan diplomatik di Naqab, Tepi Barat. Senin (28/3/2022).

Dokumen kesepakatan normalisasi tersebut berisi tentang landasan perkuat kerja sama meningkatkan pertukaran perdagangan ekonomi dan pelayanan strategis komunikasi antar kedua belah pihak.

 

Badan Kerjasama Bahrain menyatakan, dokumen yang ditandatangani juga berfokus pada hubungan koeksistensi dan toleransi antar agama dan budaya di negara-negara kawasan Teluk strategis serta mendukung upaya proses perdamaian Timur Tengah untuk meningkatkan keamanan dan stabilitas.

Penandatanganan normalisasi tersebut dihadiri duta besar Bahrain untuk ‘Israel”, Khaled Yousef Al-Jalahma dan duta besar ‘Israel’ untuk Bahrain, Eitan Naeh.  [ml/as/terj. af]

4 Menlu Arab Jalin Normalisasi dengan “Israel” di Negeri Palestina

GAZAMEDIA, PALESTINA – Sejumlah Menteri Luar Negeri Mesir, UEA, Maroko dan Bahrain tiba di wilayah Naqab, Tepi Barat terjajah berpartisipasi dalam pertemuan normalisasi diadakan oleh penjajah “Israel” yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri AS, Anthony Blinken melalui undangan Menteri Luar Negeri “Israel”, Yair Labed, Ahad (27/3/2022).

Pertemuan tersebut bertujuan membentuk aliansi bersama di kawasan strategis Utara Arab dalam menghadapi Iran, dan membahas kekhawatiran “Israel” dan negara-negara peserta tentang kemungkinan Amerika Serikat mencapai kesepakatan nuklir dengan Teheran, serta menghapus Garda Revolusi Iran dari daftar terorisme.

Di lain sisi, operasi serangan Khadirah di Tepi Barat terjadi sebelum pertemuan para menteri luar negeri dimulai, di mana dua tentara “Israel” terbunuh akibat adu tembakan dan pejuang Palestina yang berhasil melakukan aksi heroiknya menjadi syahid. [ml/as/terj.af]

‘Pererat’ Normalisasi, Israel Sambut Kedatangan Delegasi 3 Negara Arab

GAZAMEDIA, PALESTINA – Penjajah “Israel” umumkan persiapan untuk mengadakan pertemuan normalisasi skala luas pada hari Ahad dan Senin mendatang yang akan mempertemukan para menteri luar negeri Amerika Serikat dan 3 negara Arab, Jumat (25/3/2022).

Kementerian Luar Negeri “Israel”, Yair Lapid mengatakan dalam pernyataan pers: “Atas undangan yang sudah kami berikan, pertemuan puncak diplomatik akan diadakan pada 2 hari mendatang, Minggu dan Senin di Israel. Adapun negara-negara Arab yang akan berpartisipasi dalam pertemuan tersebut adalah Maroko, UEA, dan Bahrain”.

Seperti diketahui, UEA dan lakukan normalisasi hubungan mereka dengan penjajah “Israel” pada September 2020 ditengahi oleh Amerika yang dikenal sebagai Perjanjian Abraham. Pada akhir tahun yang sama, Maroko mengumumkan dimulainya kembali hubungan diplomatik dengan pendudukan setelah mereka berhenti sejak tahun 2002. [ml/as]

Perdana Menteri ‘Israel’ Tiba di Bahrain

Gazamedia.net – Senin (14/2/22) Perdana Menteri ‘Israel’, Naftali Bennett tiba di Bahrain dalam kunjungan resmi, yang dianggap sebagai kunjungan pertama oleh perdana menteri ‘Israel’ ke negara itu.

Kantor Bennett mengatakan dalam sebuah pernyataan, “Bennett akan bertemu Raja Hamad bin Isa Al Khalifa, Putra Mahkota dan Perdana Menteri Salman bin Hamad, dan sejumlah pejabat senior, di samping perwakilan dari komunitas Yahudi di Kerajaan.”

Dialog tersebut akan membahas cara untuk memperkuat hubungan bilateral, terutama kemajuan dalam masalah diplomatik dan ekonomi, dengan fokus pada teknologi dan inovasi, tambah pernyataan itu.

Sementara itu, demonstrasi rakyat yang mengecam penyambutan Perdana Menteri ‘Israel’ di Manama berkeliaran di jalanan ibu kota.

Menteri Pertahanan ‘Israel’, Benny Gantz, didampingi oleh pejabat militer dan keamanan, mengunjungi Bahrain awal bulan ini dalam kunjungan yang termasuk penandatanganan perjanjian pertahanan antara kedua belah pihak.

Patut diketahui bahwa Manama dan Abu Dhabi menandatangani perjanjian normalisasi dengan ‘Israel’ pada September 2020, dengan mediasi AS. [terj/nb].

Mehan Israel Berkunjung ke Bahrain untuk Tandatangani Perjanjian Keamanan

GAZAMEDIA, AL-MANAMAH – Setelah kedua belah negara secara resmi melakukan normalisasi hubungan diplomatik, Menteri Pertahanan (Menhan) Israel Benny Gantz berkunjung ke Bahrain untuk menandatangani perjanjian keamanan atar kedua negara.

Menhan Zionis Is real tiba di Bahrain pada hari Rabu (2/2) kemarin waktu setempat. Pada kunjungan resmi pertamanya ke kerajaan, dan dijadwalkan untuk menandatangani perjanjian keamanan untuk meningkatkan hubungan normalisasi antara kedua pihak.

Perjalanan Gantz dirahasiakan sampai dia tiba di Manama, dan demikian pula, rincian jadwal perjalanannya di kerajaan tidak segera diizinkan untuk dipublikasikan.

Kunjungan tersebut adalah yang pertama kalinya bagi Gantz sebagai menteri pertahanan Israel pertama yang mengunjungi negara Teluk

Patut dicatat bahwa Bahrain meningkatkan normalisasi dengan penjajah Israel untuk menerima dukungan militer jika permusuhan Teluk-Iran meningkat. []

Normalisasi Memalukan, Bahrain Terima Mandat dari Dubes Israel

GAZA MEDIA, MANAMA — Dalam rangka mengkristalkan normalisasi memalukan, Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa hari ini, Selasa, menerima kredensial duta besar Israel, Aitan Nai.

Raja Bahrain menyambut duta besar Israel dan memuji hubungan bilateral negaranya antara Kerajaan Bahrain dan negara Israel yang disebutnya “sahabat” serta kemajuan dan pertumbuhan yang disaksikannya di semua bidang, menurut Kantor Berita Bahrain, seperti dikutip dari Palinfo, Kamis (30/12).

Pada September 2020, pemerintah Bahrain dan pendudukan Israel menandatangani kesepakatan normalisasi hubungan yang dianggap mereka yang solidaritas dengan perjuangan Palestina dianggap sebagai “kemunduran politik.”

Kedua pemerintah Bahrain dan Israel bertukar dua duta besar pertama September lalu. Pendudukan Israel menunjuk Eitan Naeh sebagai duta besar pertama untuk Manama. Sembilan bulan setelah penunjukan Konsul Eitay Tagner sebagai penanggung jawab kedutaan Israel.

Sementara itu, sejumlah pejabat Israel mengungkap, Menlu AS Antoni Blenkin pekan lalu berdiskusi dengan sejumlah pejabat pemerintah Indonesia dalam kunjungannya ke Jakarta, mengenai kemungkinan normalisasi dengan Israel, dan bergabung dengan koalisi “Perjanjian Abraham.”

Situs Walla Israel mengutip pernyataan pejabat tinggi Israel, meski Blenkin mendorong persoalan ini di forum yang lebih tinggi, namun mereka tak memprediksi adanya respon langsung terkait normalisasi ini.

Disebutkan bahwa Indonesia merupakan Negara Islam terbesar di dunia, dan tidak memiliki hubungan diplomasi dengan Israel, adanya kemajuan menuju normalisasi akan mendorong sejumlah Negara Islam lainnya untuk mengambil langkah yang sama. Dan Indonesia akan menjadi pangsa pasar yang besar bagi perusahaan Israel, selain menjadi tujuan turis Israel, ungkap sumber.

Pemerintahan Biden berupaya memperluas jangkauan perjanjian Abraham, mencakup sejumlah Negara Arab yang dimulai pada masa mantan Presiden Trump. Menurut penasehat keamanan Gedung Putih Jack Sulivan, normalisasi juga menjadi bahasan utama saat kunjungannya ke Saudi beberapa bulan lalu.

Mengutip juru bicara Kemenlu AS Ned Brayes, Washington berupaya membuka peluang baru untuk normalisasi, namun dialog ini akan tetap dilakukan di balik layar, sampai tiba momentum yang tepat.

Sementara itu juru bicara Kemenlu Israel Leor Hayt dan biro Menlu Yaer Lapid menolak berkomentar dalam masalah ini.[]

Jihad Islam: Kami Percaya Rakyat Indonesia Menolak Normalisasi dengan ‘Israel’

GAZA MEDIA, YERUSSALEM – Pemimpin Gerakan Jihad Islam, Khader Habib, mengecam percakapan antara Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto dan Diplomat Israel di ibukota Bahrain, Manama.

Dalam sebuah pernyataan kepada Kantor Media Gaza  Minggu (21/11)  Habib meminta Pemerintah Indonesia untuk memiliki posisi yang adil dalam pertemuan normalisasi ini, mengingat kejahatan penjajah yang sedang berlangsung, dengan harapan tidak akan membuka pintu bagi langkah-langkah normalisasi yang akan datang dan merugikan kepentingan isu-isu bangsa Arab dan Islam.

Habib menekankan bahwa Palestina, dengan seluruh komponennya, mempercayai hati nurani rakyat Indonesia yang merdeka dan pemerintahnya, yang senantiasa memberikan dukungan kepada perjuangan Palestina.

Habib menambahkan kepentingan penjajah untuk membesar-besarkan pertemuan ini sebagai adegan analisis, karena Indonesia adalah negara Islam terbesar, dan ‘Israel’ memainkan peran dalam membujuk orang untuk melakukan normalisasi.”

Faksi Palestina terus-menerus menolak segala bentuk normalisasi dengan penjajah, karena memberikan restu dan perlindungan internasional untuk kelanjutan kejahatannya terhadap rakyat Palestina. []

Terekam Kamera! Prabowo Ngobrol dengan Diplomat ‘Israel’ di Bahrain

Mazen Mahdi/AFP

GAZA MEDIA, BAHRAIN – Seorang diplomat Israel, Itay Tagner terekam kamera saat berbincang dengan Menteri Pertahanan Indonesia, Prabowo Subianto, Sabtu (20/11) pada sebuah acara internasional di Bahrain.

Media Israel i24news.tv melaporkan, pertemuan publik antara Itay Tagner, kuasa usaha Israel di negara Teluk, dan Prabowo Subianto berlangsung di sela-sela Dialog Manama IISS ke-17 di ibukota Bahrain, Manama.

Tidak diketahui rincian topik diskusi dalam pertemuan antara Prabowo dan diplomat Israel tersebut.

Bersama dengan Uni Emirat Arab, Bahrain secara resmi mengakui Israel pada September 2020 dalam pakta yang ditengahi AS yang dikenal sebagai Kesepakatan Abraham.

Pada bulan September, Israel membuka kedutaan besarnya di Bahrain.

Indonesia, negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia, tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel. []