GAZA CITY — Tiga warga Palestina tewas dan sejumlah lainnya terluka dalam serangan Israel di Jalur Gaza pada Jumat (23/10/2026), menurut sumber medis yang dikutip kantor berita Anadolu. Insiden terjadi di Kota Gaza dan kawasan Al-Mawasi, Khan Younis. Gencatan senjata yang ditengahi Amerika Serikat sudah berlaku sejak 10 Oktober 2025.
Dua orang tewas dalam serangan yang menyasar sebuah sepeda motor di lingkungan Al-Nasr, sebelah barat Kota Gaza. Satu orang lainnya tewas dan beberapa terluka ketika drone menyasar sebuah sepeda di Jalan Al-Qubba, Al-Mawasi, sebelah barat Khan Younis. Kantor berita Palestina Wafa juga melaporkan tiga korban tewas pada hari yang sama, seperti dikutip Haaretz.
Belum ditemukan pernyataan militer Israel mengenai insiden Jumat dalam laporan yang tersedia saat artikel ini ditulis.
Serangan Kamis Tewaskan Sedikitnya Empat Orang
Sehari sebelumnya, Kamis (22/10), serangan dan tembakan Israel menewaskan sedikitnya empat orang di Gaza, menurut pejabat kesehatan setempat yang dikutip Reuters. Korban jatuh di Kota Gaza, Khan Younis, dekat kamp pengungsi Nuseirat di Gaza tengah, dan dekat kamp Jabalia di utara.
Militer Israel mengatakan menyerang anggota Hamas di Khan Younis, Nuseirat, dan Kota Gaza, tetapi tidak mengetahui insiden di Jabalia. Kementerian Dalam Negeri Gaza yang dipimpin Hamas menyebut serangan di lingkungan Tal al-Hawa menewaskan seorang bintara polisi antinarkotika.
Israel menuduh Hamas mempersenjatai diri kembali dan melancarkan serangan yang melanggar gencatan senjata. Hamas membantah dan menuduh Israel merusak kesepakatan damai Gaza. Israel menyatakan empat tentaranya tewas di Gaza sejak gencatan senjata. arynews
Korban Sejak Gencatan Senjata
Kementerian Kesehatan Gaza mencatat sedikitnya 1.538 warga Palestina tewas dan 5.498 terluka sejak gencatan senjata berlaku, menurut pembaruan yang dilaporkan Al Jazeera pada Kamis. Angka ini belum mencakup korban Jumat. Total korban tewas sejak Oktober 2023 melampaui 74.400 jiwa menurut laporan yang sama.
“Israel memperluas kendalinya di dalam Gaza,” kata koresponden Al Jazeera, Hani Mahmoud, dari Kota Gaza pada Kamis. Peta Al Jazeera menunjukkan hampir dua pertiga wilayah Gaza berada di bawah kendali militer Israel atau pembatasan akses.
Bantuan Pangan Dipangkas Menjelang Musim Dingin
Program Pangan Dunia PBB (WFP) pada Senin (19/10) menyatakan kekurangan dana memaksanya memangkas bantuan pangan di Gaza sekitar sepertiga, sehingga sekitar 500.000 orang kehilangan dukungan bulanan. Menurut WFP, sekitar 1,4 juta orang, atau 67 persen penduduk Gaza, menghadapi kerawanan pangan tingkat krisis atau lebih buruk.
Lembaga Euro-Med Human Rights Monitor memperingatkan pada Kamis bahwa Gaza bisa kembali menghadapi kelaparan. Lembaga itu menyebut Israel menangguhkan pengiriman barang komersial pada 13 Oktober. Sebagian impor kembali diizinkan pada 19 Oktober, tetapi pengirimannya masih sangat dibatasi.


