Presiden Amerika Serikat Donald Trump diperkirakan akan mengumumkan pembentukan Gaza “Board of Peace” pekan depan sebagai bagian dari fase kedua kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas. Dewan ini akan dipimpin Trump dan beranggotakan sekitar 15 pemimpin dunia, dengan tujuan mengawasi pembentukan pemerintahan teknokrat Palestina serta rekonstruksi Gaza.
Rencana ini berbeda dengan posisi Israel yang menekankan bahwa Hamas harus melucuti senjata dan mengembalikan jenazah semua tahanan Israel terlebih dahulu. Trump disebut tidak akan mengaitkan fase kedua dengan syarat tersebut, sementara Hamas menegaskan tidak akan menyerahkan senjatanya secara sepihak, melainkan melalui proses politik yang dinegosiasikan.
Negara-negara yang diundang untuk bergabung mencakup Inggris, Jerman, Prancis, Italia, Arab Saudi, Qatar, Mesir, dan Turki. Mantan Utusan Khusus PBB untuk Timur Tengah, Nikolay Mladenov, diperkirakan akan menjadi perwakilan Board of Peace di lapangan dan telah melakukan pertemuan dengan pejabat Israel menjelang pengumuman ini.
Pertemuan pertama dewan kemungkinan berlangsung akhir bulan ini di sela-sela World Economic Forum di Davos, yang juga menjadi kesempatan awal penggalangan dana untuk rekonstruksi Gaza. Salah satu elemen rencana, International Stabilisation Force (ISF), dirancang untuk mengawasi penarikan pasukan Israel, namun hingga kini belum ada negara yang berkomitmen mengirim pasukan, dan beberapa menolak karena khawatir terlibat dalam konflik yang masih rapuh.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Amerika Serikat mendorong fase kedua gencatan senjata, meski menghadapi perbedaan politik dan tantangan praktis di lapangan.

