HomeBeritaTrump Puji Ahmed al-Sharaa: Luar Biasa dan Sangat Dihormati

Trump Puji Ahmed al-Sharaa: Luar Biasa dan Sangat Dihormati

ANKARA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan pujian yang tidak biasa kepada Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa pada Rabu (9/7) dilansir dari Middle East Eye, dengan menyebutnya sebagai sosok yang “luar biasa” dan “sangat dihormati”. Pujian itu disampaikan saat keduanya bertemu di sela-sela KTT NATO di Ankara, Turki.

Bagi Sharaa, pertemuan tersebut sudah menjadi sebuah kemenangan diplomatik. Sedikit lebih dari setahun lalu, ia pertama kali diperkenalkan kepada Trump di Riyadh, Arab Saudi. Kini, ia bahkan telah berada di Gedung Putih dan bertukar cendera mata dengan Presiden AS.

Tidak ada pemimpin Suriah, terlebih seseorang yang pernah masuk dalam daftar teroris versi Amerika Serikat seperti Sharaa yang memperoleh akses ke Gedung Putih selama beberapa dekade terakhir.

Kesempatan itu terbuka berkat peran Turki yang sejak Desember 2024 menjadi pendukung utama kebangkitan politik Sharaa. Ankara berkepentingan membangun Suriah yang berada dalam lingkup pengaruhnya sebagai negara tetangga.

Sikap Trump yang cepat merangkul Sharaa pun menjadi salah satu langkah kebijakan luar negeri paling mencolok dalam setahun terakhir.

“Dia melakukan pekerjaan yang benar-benar luar biasa sebagai presiden. Dalam waktu yang sangat singkat, dia berhasil menyatukan negaranya. Sekitar satu setengah tahun lalu, Suriah berada dalam kondisi kacau dan terpecah-belah, tetapi dia berhasil mempersatukannya,” kata Trump kepada wartawan saat duduk berdampingan dengan Sharaa.

Trump juga memuji karakter pribadi Presiden Suriah tersebut.

“Dia sosok yang kuat. Pemimpin yang hebat. Dia dihormati semua orang, termasuk oleh saya. Kami bangga bisa memilikinya,” ujar Trump.

Pernyataan itu sangat kontras dengan sikap Trump terhadap sekutu-sekutu tradisional Amerika Serikat yang juga merupakan anggota NATO.

Dalam beberapa bulan terakhir, Trump berulang kali mengkritik para pemimpin Inggris, Prancis, Jerman, dan Spanyol karena dianggap lemah dalam urusan pertahanan dan imigrasi. Ia juga mengecam Denmark terkait kedaulatan Greenland, serta tengah berselisih terbuka dengan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni.

Sejak Maret lalu, Trump juga meningkatkan tekanan terhadap negara-negara yang tidak mendukung kebijakannya dalam konflik dengan Iran.

Hapus Status Suriah dari Daftar Negara Pendukung Terorisme

Empat belas bulan lalu, Sharaa, yang sebelumnya pernah diburu Amerika Serikat dengan hadiah US$10 juta, menyaksikan Trump mengumumkan pencabutan sanksi ekonomi terhadap Suriah.

Langkah bersejarah itu sebagian besar difasilitasi oleh Arab Saudi, sementara pembiayaan rekonstruksi Suriah diperkirakan akan banyak berasal dari negara-negara Teluk.

Kini, agenda utama Sharaa adalah mengeluarkan Suriah dari daftar State Sponsors of Terrorism (SST) atau negara pendukung terorisme versi Departemen Luar Negeri AS, sehingga investasi asing dapat kembali masuk ke negaranya.

Saat ditanya wartawan mengenai kemungkinan tersebut, Trump menoleh kepada Menteri Luar Negeri Marco Rubio.

“Ada masalah dengan itu?” tanya Trump kepada Rubio.

Tak lama kemudian ia menjawab sendiri.

“Saya pikir kita seharusnya melakukannya. Kami bangga dengan pekerjaan yang dia lakukan. Suriah kini telah menjadi sangat stabil.”

Trump Singgung Peran Suriah terhadap Hizbullah

Trump juga ditanya mengenai usulannya bulan lalu agar Suriah berperan dalam melucuti persenjataan Hizbullah di Lebanon, gagasan yang sebelumnya menuai kontroversi.

“Mereka bisa membantu. Kita lihat nanti. Saya pikir kita membuat banyak kemajuan,” kata Trump.

Sebelumnya, Sharaa menyatakan opsi tersebut tidak realistis. Namun, Menteri Luar Negeri Suriah Asaad al-Shaibani pekan lalu mengunjungi Lebanon dan bertemu dengan Ketua Parlemen Nabih Berri, pemimpin Gerakan Amal sekaligus sekutu politik terdekat Hizbullah.

Seorang pejabat senior Lebanon yang bertemu Shaibani mengatakan kepada Middle East Eye kunjungan tersebut telah dikoordinasikan dengan pemerintah Lebanon sebagai upaya menyampaikan pesan yang jelas mengenai niat Suriah.

“Kunjungan itu sangat diperlukan untuk meyakinkan Lebanon dan meredakan kekhawatiran terhadap kemungkinan intervensi militer yang didorong Amerika Serikat,” ujar pejabat tersebut.

ARTIKEL TERKAIT

Terpopuler