GAZA – Sedikitnya enam warga Palestina, termasuk seorang anak berusia 13 tahun, dilaporkan tewas akibat serangkaian serangan dan penembakan yang dilakukan militer Israel di berbagai wilayah Jalur Gaza pada Minggu (14/6/2026) kemarin. Sejumlah warga lainnya juga mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.
Menurut sumber medis dan saksi mata yang dikutip Anadolu Agency, empat warga Palestina tewas setelah serangan udara Israel menghantam deretan toko komersial di Kamp Pengungsi Jabalia, Gaza utara. Serangan itu juga menyebabkan beberapa orang lainnya mengalami luka-luka.
Sejak pagi hari, militer Israel dilaporkan melancarkan serangan udara dan melepaskan tembakan ke sejumlah lokasi di Jalur Gaza. Aksi tersebut menambah daftar korban sipil di tengah situasi yang masih memanas meski kesepakatan gencatan senjata telah berlaku sejak Oktober 2025.
Di wilayah timur Khan Younis, Gaza selatan, seorang warga Palestina bernama Zaki Mohammed Al-Qarra (30) tewas setelah pasukan Israel melepaskan tembakan. Seorang lainnya dilaporkan mengalami luka dengan kondisi sedang.
Korban lainnya adalah Amir Al-Bashiti, seorang anak laki-laki berusia 13 tahun yang meninggal akibat tembakan tentara Israel di kawasan Batn Al-Sameen, selatan Khan Younis. Kematian anak tersebut menambah panjang daftar korban anak-anak dalam konflik yang terus berlangsung di Gaza.
Sementara itu, serangan pesawat nirawak (drone) Israel juga dilaporkan menyasar tenda-tenda pengungsi di pusat Kota Khan Younis. Akibat serangan tersebut, seorang warga Palestina mengalami luka serius.
Di Gaza utara, militer Israel juga melakukan operasi penghancuran terhadap sejumlah bangunan sipil di wilayah timur Kota Gaza dan Jabalia. Warga setempat melaporkan terdengar ledakan besar yang berasal dari proses penghancuran bangunan tersebut.
Peristiwa ini terjadi di tengah kondisi kemanusiaan yang semakin memburuk di Jalur Gaza. Berbagai lembaga kemanusiaan internasional terus memperingatkan tentang krisis pangan, air bersih, dan layanan kesehatan yang dialami warga Gaza akibat konflik berkepanjangan serta pembatasan akses bantuan kemanusiaan.
Serangan terbaru tersebut kembali memicu kekhawatiran internasional terhadap rapuhnya gencatan senjata yang berlaku dan meningkatnya jumlah korban sipil di wilayah kantong Palestina itu. (cky)

