Israel pada Sabtu mengumumkan penutupan seluruh perlintasan di wilayah Palestina, berlaku mulai Minggu hingga pemberitahuan lebih lanjut, di tengah serangan bersama AS–Israel terhadap Iran yang masih berlangsung.
Keputusan tersebut diumumkan dalam pernyataan Koordinator Kegiatan Pemerintah di Wilayah (COGAT).
“Sebagai kesimpulan dari evaluasi situasi, dan menyusul operasi yang diluncurkan oleh tentara Israel dan Amerika (terhadap Iran), diputuskan untuk menutup semua perlintasan di Tepi Barat dan Jalur Gaza, termasuk perlintasan Rafah, mulai besok hingga pemberitahuan lebih lanjut,” bunyi pernyataan tersebut.
Disebutkan bahwa keputusan ini berlaku bagi seluruh warga Palestina, kecuali mereka yang memegang izin sebagai “pekerja vital,” yang masih diizinkan melintas melalui perlintasan tertentu yang tidak dirinci.
Pernyataan itu juga mengklaim bahwa penutupan perlintasan ke Gaza “tidak akan memengaruhi situasi kemanusiaan” di wilayah tersebut.
Sebelumnya, ledakan besar terdengar dan serpihan rudal jatuh di beberapa wilayah Tepi Barat yang diduduki, tak lama setelah sirene peringatan berbunyi di sejumlah permukiman Israel, menurut koresponden Anadolu.
Juru bicara kepolisian Palestina, Luay Arziqat, mengatakan pihak berwenang menerima laporan tentang jatuhnya pecahan rudal di empat lokasi berbeda di Tepi Barat, tanpa adanya korban jiwa maupun kerusakan material yang tercatat.
Pada Sabtu pagi, AS dan Israel meluncurkan serangan bersama terhadap Iran dengan alasan untuk menghilangkan “ancaman” yang ditimbulkan oleh “rezim” Iran. Sebagai tanggapan, Iran menargetkan Israel dan pangkalan-pangkalan AS di kawasan tersebut dengan rudal dan drone.
Israel kemudian menyatakan “status darurat khusus dan segera” di seluruh wilayahnya.
Sementara itu, Iran berjanji akan memberikan “respons keras” atas agresi tersebut dan meluncurkan rentetan rudal serta drone ke arah Israel dan pangkalan AS di kawasan.


