spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Wednesday, March 25, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeBeritaPara pakar PBB desak Israel bebaskan dokter Abu Safiya

Para pakar PBB desak Israel bebaskan dokter Abu Safiya

 

Para pakar Perserikatan Bangsa-Bangsa mendesak Israel segera membebaskan seorang dokter Palestina asal Gaza yang ditahan, menyusul laporan penyiksaan dan kondisi kesehatan yang memburuk, Selasa waktu setempat.

“Kami menerima laporan bahwa Dr. Abu Safiya mengalami penyiksaan serta perlakuan kejam dan merendahkan, sementara kondisi kesehatannya tetap kritis,” demikian pernyataan para ahli.

Pernyataan itu ditandatangani Tlaleng Mofokeng, pelapor khusus PBB untuk hak atas kesehatan fisik dan mental, serta Ben Saul, pelapor khusus untuk perlindungan hak asasi manusia dalam penanggulangan terorisme.

Dr. Abu Safiya, mantan direktur Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza utara, telah ditahan Israel sejak 27 Desember 2024 berdasarkan hukum “kombatan tidak sah”, meski berstatus tenaga medis sipil.

Para pakar menilai penahanannya “secara terang-terangan sewenang-wenang” dan tidak sejalan dengan standar internasional, termasuk Aturan Mandela yang menjamin akses layanan kesehatan bagi tahanan.

“Mereka secara sistematis menolak pemeriksaan dan perawatan medis penting,” ujar para ahli, seraya memperingatkan bahwa keselamatan dan kesejahteraan Safiya berada dalam ancaman serius.

Mereka juga menegaskan kewajiban semua negara untuk melindungi tenaga kesehatan serta menjamin hak-hak tahanan, termasuk bebas dari penyiksaan dan akses terhadap perawatan medis.

Para pakar menyoroti berlanjutnya kekerasan terhadap tenaga medis dan fasilitas kesehatan di Gaza, bahkan di tengah gencatan senjata.

“Israel harus membebaskan Dr. Abu Safiya dan seluruh tenaga kesehatan, serta memastikan mereka memperoleh perawatan medis yang layak,” demikian seruan mereka, sembari mendesak komunitas internasional untuk bertindak.

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Kandidat PhD bidang Hubungan Internasional Universitas Sains Malaysia. Peneliti Asia Middle East Center for Research and Dialogue
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler