spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Wednesday, March 25, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeBeritaLaporan: AS kirim 15 poin proposal berakhirnya perang atas Iran

Laporan: AS kirim 15 poin proposal berakhirnya perang atas Iran

Amerika Serikat dilaporkan telah mengirimkan proposal berisi 15 poin kepada Iran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah. Informasi ini diungkap sejumlah media yang mengutip pejabat anonim, dan disebut sebagai upaya diplomatik paling konkret sejak konflik pecah pada 28 Februari.

Namun, Teheran secara tegas membantah adanya negosiasi.

Harian The New York Times melaporkan bahwa Washington menyampaikan proposal tersebut melalui perantara Pakistan. Kantor berita Reuters juga mengonfirmasi keberadaan dokumen itu dari sumber terpisah.

Media Israel Channel 12, mengutip tiga sumber, mempublikasikan poin-poin utama proposal tersebut, yang mencakup tuntutan Amerika sekaligus konsesi yang ditawarkan kepada Iran.

Hingga kini, belum ada pemerintah yang secara resmi merilis atau mengonfirmasi isi lengkap dokumen tersebut.

Situasi memanas

Proposal ini muncul di tengah eskalasi tinggi. Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran hampir empat pekan lalu dalam operasi yang disebut “Operation Epic Fury”.

Iran merespons dengan serangan rudal dan drone ke kota-kota Israel, penutupan efektif Selat Hormuz bagi kapal berbendera Barat, serta aksi balasan di berbagai titik kawasan.

CNN melaporkan, ribuan orang tewas di Iran dan Lebanon sejak konflik dimulai.

Presiden AS Donald Trump menyampaikan optimisme. Ia mengaku pemerintahannya tengah berbicara dengan “pihak yang tepat” di Iran dan menyebut Teheran “sangat ingin mencapai kesepakatan”.

Trump juga mengklaim kedua pihak telah menyepakati 15 poin, termasuk komitmen Iran untuk tidak memiliki senjata nuklir. Ia menambahkan, Selat Hormuz akan segera dibuka jika kesepakatan tercapai, serta menyebut stok uranium Iran akan “diambil alih” oleh Amerika dalam skema perjanjian.

Namun, respons Iran bertolak belakang. Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan tidak ada dialog dengan Washington. Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf bahkan menyebut laporan tersebut sebagai “berita palsu” yang bertujuan memanipulasi pasar keuangan dan minyak.

Isi proposal

Menurut Channel 12 dan laporan lain seperti Axios, proposal tersebut mencakup isu program nuklir, kemampuan rudal balistik, serta pengendalian jalur maritim strategis.

Iran diminta membongkar seluruh kemampuan nuklirnya, menghentikan pengayaan uranium secara permanen, dan menyerahkan seluruh stok uranium yang diperkaya—diperkirakan sekitar 450 kilogram dengan tingkat pengayaan 60 persen—kepada Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Fasilitas nuklir di Natanz, Isfahan, dan Fordow juga harus dinonaktifkan. Selain itu, IAEA akan diberikan akses penuh ke seluruh lokasi dan informasi terkait.

Iran juga diminta menghentikan dukungan terhadap kelompok sekutu di kawasan serta menjamin Selat Hormuz tetap terbuka sebagai jalur pelayaran bebas. Beberapa versi proposal menyebut pembatasan program rudal balistik selama lima tahun.

Para analis menilai proposal ini mirip, bahkan lebih luas, dibanding tuntutan AS dalam perundingan nuklir sebelumnya di Jenewa pada 2025, yang gagal setelah serangan Israel ke Iran pada Juni tahun itu.

Imbalan bagi Iran

Sebagai imbalan, Iran akan mendapatkan pencabutan penuh sanksi internasional, dukungan terhadap program energi nuklir sipil—terutama di reaktor Bushehr—serta penghapusan mekanisme “snapback” yang memungkinkan sanksi diberlakukan kembali secara cepat.

Utusan AS seperti Jared Kushner dan Steve Witkoff dilaporkan tengah merancang mekanisme yang diawali dengan gencatan senjata selama satu bulan, untuk membuka jalan bagi negosiasi rinci atas 15 poin tersebut.

Pakistan tawarkan diri

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyatakan negaranya siap menjadi tuan rumah perundingan. Trump bahkan membagikan tawaran tersebut di platform Truth Social.

Sumber pemerintah Pakistan menyebut pembahasan mengenai pertemuan sudah memasuki tahap lanjut, meski masih penuh ketidakpastian.

AS bersama mediator—Pakistan, Mesir, dan Turki—dilaporkan tengah membahas kemungkinan pertemuan damai di Islamabad dalam waktu dekat. Namun, Iran belum menyatakan kesediaannya hadir.

Belum jelas pula tingkat perwakilan yang akan terlibat. Washington menginginkan pertemuan tingkat tinggi, kemungkinan antara Wakil Presiden JD Vance dan Ghalibaf, meski opsi pertemuan tingkat menteri juga dipertimbangkan.

Kehadiran Iran bergantung pada persetujuan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei, yang dilaporkan belum muncul ke publik sejak dilantik di tengah konflik.

Israel waspada

Israel menyambut proposal tersebut dengan hati-hati. Meski secara umum sejalan dengan posisinya, pejabat di Tel Aviv meragukan Iran akan menerima seluruh tuntutan.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu disebut khawatir Trump akan menyetujui kesepakatan parsial yang tidak memenuhi kepentingan Israel dan membatasi ruang gerak militernya di masa depan.

Netanyahu dalam pidatonya menyatakan adanya peluang mengubah keberhasilan militer menjadi kesepakatan yang melindungi kepentingan vital Israel. Namun, ia menegaskan operasi militer terhadap Iran dan Lebanon akan tetap berlanjut.

Intelijen Israel menilai jarak antara posisi AS dan Iran masih sangat lebar. Bahkan jika kesepakatan tercapai, muncul keraguan apakah Iran akan mematuhinya.

Negosiasi di tengah perang

Washington disebut menargetkan 9 April sebagai batas waktu untuk mengakhiri konflik, memberi waktu beberapa pekan untuk operasi militer sekaligus negosiasi paralel.

Di dalam pemerintahan Trump sendiri, hanya segelintir pejabat yang mengetahui detail jalur diplomasi ini. Laporan menyebut komunikasi banyak dilakukan langsung antara Trump dan para utusannya.

Salah satu negara mediator mengusulkan gencatan senjata sementara untuk membuka ruang negosiasi. Namun, pemerintahan Trump disebut lebih memilih berunding sambil tetap melanjutkan operasi militer guna menjaga posisi tawar.

Sementara itu, militer AS terus memperkuat kehadirannya di kawasan. Ribuan personel tambahan, termasuk dari Divisi Lintas Udara ke-82, dikerahkan ke Timur Tengah.

Trump juga menunda rencana serangan terhadap fasilitas listrik Iran hingga Jumat, guna memberi ruang bagi jalur diplomasi. Namun, ia menegaskan serangan akan dilanjutkan jika upaya negosiasi gagal.

Komando Pusat AS melaporkan, lebih dari 9.000 serangan telah dilakukan di Iran sejak perang dimulai.

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Kandidat PhD bidang Hubungan Internasional Universitas Sains Malaysia. Peneliti Asia Middle East Center for Research and Dialogue
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler