Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, pada Rabu menuduh Amerika Serikat dan Israel tengah merencanakan operasi untuk menduduki salah satu pulau milik Iran, dengan dukungan dari sebuah negara di kawasan.
“Berdasarkan sejumlah data, musuh-musuh Iran, dengan dukungan salah satu negara di kawasan, sedang mempersiapkan operasi untuk menduduki salah satu pulau Iran,” tulis Qalibaf melalui platform media sosial X.
Namun, ia tidak mengungkapkan negara yang dimaksud.
Qalibaf menegaskan bahwa seluruh pergerakan pihak yang dianggap sebagai musuh telah berada dalam pemantauan angkatan bersenjata Iran.
“Jika mereka mengambil langkah apa pun, seluruh infrastruktur vital negara regional tersebut akan menjadi target serangan tanpa batas,” ujarnya.
Sejak 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel dilaporkan melancarkan serangan udara ke Iran. Serangan tersebut disebut telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta sejumlah negara lain, termasuk Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS.
Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan terhadap pasar global dan penerbangan internasional.


