spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Thursday, March 26, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeBeritaEmir Qatar terima telepon dari Indonesia, Prabowo siap redakan ketegangan

Emir Qatar terima telepon dari Indonesia, Prabowo siap redakan ketegangan

Emir Qatar, Tamim bin Hamad Al Thani, pada Rabu menerima panggilan telepon dari Perdana Menteri Irak, Mohammed Shia’ Al Sudani, Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, serta Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif.

Dalam pembicaraan tersebut, para pemimpin membahas perkembangan situasi kawasan dan menekankan pentingnya menurunkan eskalasi serta menghentikan operasi militer. Mereka juga mendorong solusi diplomatik dan dialog guna memperkuat keamanan dan stabilitas regional.

Dalam pernyataannya, Diwan Amiri Qatar menyebut emir kembali menegaskan kecaman terhadap setiap pelanggaran kedaulatan negara di kawasan, serta mendesak penghentian segera atas tindakan tersebut. Ia juga menekankan agar wilayah negara mana pun tidak digunakan untuk mengancam negara lain.

Indonesia siap bantu redam ketegangan

Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, menyatakan kesiapan negaranya untuk berkontribusi dalam upaya meredakan ketegangan. Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada Emir Qatar atas korban insiden jatuhnya helikopter angkatan bersenjata Qatar di perairan negara tersebut.

Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyampaikan solidaritas negaranya terhadap Qatar dan mengecam serangan Iran terhadap Qatar serta sejumlah negara di kawasan.

Iran dilaporkan beberapa kali menyerang Qatar menggunakan rudal dan pesawat nirawak. Salah satu serangan menargetkan kawasan industri Ras Laffan dengan rudal balistik, yang menyebabkan kebakaran sebelum berhasil dipadamkan oleh petugas pertahanan sipil.

Sejumlah negara Arab juga mengecam serangan Iran dalam sidang darurat Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa. Serangan tersebut dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan Piagam PBB.

Perwakilan Qatar di forum tersebut, Hind Al Muftah, menyatakan bahwa serangan Iran bersifat acak dan menargetkan warga sipil serta fasilitas layanan publik di negara-negara Teluk.

Ia menegaskan hak negara-negara di kawasan untuk mempertahankan kedaulatan mereka, sekaligus menyampaikan kecaman penuh Doha terhadap serangan Iran.

Sejak 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran yang menewaskan ratusan orang, termasuk pemimpin tertinggi saat itu, Ali Khamenei, serta sejumlah pejabat keamanan.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan rudal dan drone ke Israel, serta menargetkan apa yang disebutnya sebagai “kepentingan dan lokasi militer Amerika” di sejumlah negara Arab.

Namun, beberapa serangan tersebut juga menyebabkan korban jiwa dan kerusakan fasilitas sipil, yang kemudian dikecam oleh negara-negara terdampak dan disertai tuntutan agar serangan segera dihentikan.

 

 

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Kandidat PhD bidang Hubungan Internasional Universitas Sains Malaysia. Peneliti Asia Middle East Center for Research and Dialogue
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler