HomeBeritaMasjid Al-Aqsa Kembali Diserbu Pemukim Israel, Ketegangan di Yerusalem Memamas

Masjid Al-Aqsa Kembali Diserbu Pemukim Israel, Ketegangan di Yerusalem Memamas

AL-QUDS — Puluhan pemukim Israel dilaporkan menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki pada Kamis (7/5/2026) kemarin, di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut. Aksi itu berlangsung di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian Israel.

Menurut otoritas Yerusalem Palestina, aksi penyerbuan dipimpin mantan anggota parlemen Israel, Yehuda Glick, yang memasuki area kompleks masjid bersama kelompok pemukim Israel.

Pada saat yang sama, otoritas Israel juga menggelar upacara kelulusan sekitar 100 tentara di kawasan Tembok Al-Buraq atau Western Wall yang berada di area kompleks Masjid Al-Aqsa. Dalam sejumlah rekaman video yang beredar, terlihat bendera Israel dikibarkan selama kegiatan berlangsung.

Masjid Al-Aqsa merupakan situs suci ketiga umat Islam setelah Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Sementara kelompok Yahudi menyebut kawasan tersebut sebagai Temple Mount dan mengklaim lokasi itu pernah berdiri dua kuil Yahudi pada masa kuno.

Pemerintah Palestina dan sejumlah lembaga Islam di Yerusalem menilai aksi masuknya pemukim Israel ke kompleks Al-Aqsa sebagai tindakan provokatif yang melanggar status historis dan keagamaan situs suci tersebut.

Sejak 2003, kepolisian Israel diketahui mengizinkan kelompok pemukim memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa hampir setiap hari, kecuali pada Jumat dan Sabtu. Warga Palestina menilai kebijakan tersebut sebagai bagian dari upaya Israel untuk mengubah status quo kawasan suci di Yerusalem Timur.

Ketegangan di kawasan Al-Aqsa juga meningkat setelah sejumlah pejabat Israel sebelumnya menyerukan pengerahan besar-besaran pemukim ke kompleks masjid untuk memperingati pendudukan Yerusalem Timur oleh Israel pada 1967.

Dalam insiden terpisah, dua remaja perempuan Palestina dilaporkan mengalami kekerasan oleh pemukim Israel di Yerusalem Timur. Rekaman video yang beredar memperlihatkan keduanya dipukul menggunakan tangan dan tongkat, sementara aparat kepolisian Israel disebut tidak melakukan intervensi.

Situasi di Tepi Barat dan Yerusalem Timur terus memanas dalam beberapa bulan terakhir. Operasi militer Israel, penangkapan, penembakan, serta kekerasan oleh pemukim terhadap warga Palestina dilaporkan semakin meningkat sejak perang di Gaza pecah pada Oktober 2023.

Data Palestina menyebut lebih dari 1.100 warga Palestina tewas dan ribuan lainnya terluka akibat serangan dan operasi militer Israel di wilayah pendudukan sejak 2023. Sementara itu, sekitar 750 ribu pemukim Israel saat ini tinggal di permukiman ilegal di Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa merupakan bagian dari wilayah Palestina yang diduduki. (CKY)

ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler