HomeBeritaTentara Zionis Israel Tembaki dan Kepung Armada GSF di Laut Mediterania

Tentara Zionis Israel Tembaki dan Kepung Armada GSF di Laut Mediterania

MEDITERANIA – Armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang berlayar menuju Gaza dilaporkan mengalami serangan dan intersepsi dari militer Israel saat berada di perairan internasional Laut Mediterania. Serangan tersebut dilakukan ketika puluhan kapal sipil yang membawa relawan kemanusiaan, logistik, serta bantuan medis terus bergerak mendekati wilayah Gaza yang masih diblokade.

Laporan dari pusat komunikasi Global Sumud Flotilla menyebutkan, kapal-kapal perang Israel mulai mendekati rombongan armada sejak memasuki zona yang disebut sebagai “red zone” atau area rawan intersepsi di sekitar jalur menuju Gaza. Armada kemanusiaan itu tetap melanjutkan pelayaran meski mendapat ancaman penghentian paksa dari militer Israel.

Situasi semakin menegangkan ketika sistem komunikasi beberapa kapal dilaporkan mengalami gangguan. Saluran radio antar kapal disebut sempat diretas dan koneksi CCTV satu per satu terputus. Pihak flotilla menuding tindakan tersebut sebagai upaya sabotase sebelum pasukan Israel melakukan pengepungan terhadap kapal-kapal sipil tersebut.

Selain pengepungan, sejumlah kapal juga dilaporkan menjadi sasaran penembakan meriam air dan intimidasi bersenjata. Aktivis yang berada di atas kapal menyebut kapal perang Israel terus mendekat dalam jarak sangat dekat sambil mengeluarkan ancaman melalui radio komunikasi agar armada menghentikan pelayaran menuju Gaza.

Beberapa kapal yang dilaporkan mengalami serangan di antaranya Kapal Alma, Sirius, Adara, Yulara, Grande Blue, hingga Estrella Y Manuel. Sejumlah relawan internasional dari berbagai negara, termasuk aktivis, jurnalis, dan anggota parlemen, berada di dalam kapal-kapal tersebut saat intersepsi berlangsung.

Global Sumud Flotilla menyatakan tindakan Israel terhadap armada sipil di perairan internasional merupakan pelanggaran hukum internasional. Mereka menegaskan bahwa seluruh peserta misi adalah relawan kemanusiaan tanpa senjata yang bertujuan membuka akses bantuan untuk warga Gaza.

Dalam perkembangan terbaru, sembilan warga negara Indonesia (WNI), termasuk dua jurnalis Indonesia, dilaporkan hilang kontak setelah kapal-kapal Global Sumud Flotilla dicegat di sekitar perairan Siprus. Kontak terakhir terjadi saat para peserta mengirimkan sinyal darurat atau SOS menjelang kemungkinan penangkapan oleh pasukan Israel.

Pemerintah Indonesia bersama sejumlah organisasi internasional kini terus memantau keselamatan para relawan yang berada di dalam armada tersebut. Sementara itu, dukungan internasional terhadap misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla terus mengalir di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap situasi kemanusiaan di Gaza. (cky)

ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler