GAZA – Sedikitnya 13 warga Palestina dilaporkan tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka setelah pasukan Israel melepaskan tembakan ke arah warga yang sedang menunggu bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza.
Menurut sumber medis Palestina, insiden tersebut terjadi di beberapa lokasi distribusi bantuan di wilayah selatan dan tengah Gaza. Korban merupakan warga sipil yang sedang menunggu kedatangan bantuan pangan di tengah krisis kemanusiaan yang terus memburuk akibat perang yang berkepanjangan.
Sumber rumah sakit di Gaza menyebutkan bahwa sedikitnya 13 jenazah telah dievakuasi ke fasilitas kesehatan, sementara lebih dari 100 orang lainnya mengalami luka-luka akibat tembakan dan kepanikan yang terjadi di lokasi kejadian.
Saksi mata mengatakan ribuan warga telah berkumpul sejak dini hari untuk mendapatkan bantuan makanan. Namun situasi berubah menjadi kacau ketika tembakan terdengar di sekitar jalur menuju pusat distribusi bantuan di wilayah Rafah dan Gaza tengah. Banyak warga berlarian menyelamatkan diri sementara korban berjatuhan di lokasi.
Militer Israel menyatakan pasukannya melepaskan “tembakan peringatan” terhadap sejumlah orang yang disebut mendekati posisi tentara dan mengabaikan instruksi untuk menjauh. Namun pihak militer mengaku tidak mengetahui adanya korban akibat insiden tersebut.
Peristiwa ini menambah daftar panjang korban di sekitar pusat distribusi bantuan kemanusiaan di Gaza. Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah insiden serupa telah dilaporkan terjadi ketika warga Palestina berusaha memperoleh makanan dan kebutuhan pokok di tengah kelangkaan yang semakin parah.
Organisasi kemanusiaan internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa sebelumnya telah memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk Gaza berada dalam kondisi rawan pangan akut. Terbatasnya akses bantuan serta kerusakan infrastruktur akibat perang telah memperburuk situasi kemanusiaan bagi lebih dari dua juta penduduk wilayah tersebut.
Sejak dimulainya agresi Israel di Gaza pada Oktober 2023, puluhan ribu warga Palestina telah tewas dan ratusan ribu lainnya kehilangan tempat tinggal. Berbagai lembaga internasional terus menyerukan perlindungan terhadap warga sipil serta akses bantuan kemanusiaan yang aman dan tanpa hambatan bagi penduduk Gaza.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda meredanya ketegangan di wilayah tersebut. Sementara itu, rumah sakit-rumah sakit di Gaza yang beroperasi dengan kapasitas terbatas terus menerima korban baru akibat serangan dan insiden kekerasan yang terjadi hampir setiap hari. (cky)

