HomeBeritaSopir Truk Bantuan Tewas Ditembak Tentara Israel di Perlintasan Kerem Shalom, Saksi...

Sopir Truk Bantuan Tewas Ditembak Tentara Israel di Perlintasan Kerem Shalom, Saksi Sebut Eksekusi Lapangan

RAFAH — Seorang sopir truk pengangkut bantuan kemanusiaan, Ahmad Esleem (30), tewas ditembak tentara Israel pada Rabu (8/7/2026) di koridor Philadelphi, dekat perlintasan Kerem Shalom di selatan Jalur Gaza. Insiden ini memicu protes dari asosiasi sopir truk di Gaza, sementara militer Israel memberikan versi kejadian yang berbeda dari kesaksian saksi mata.

Menurut tiga sopir lain dalam konvoi yang sama, Esleem ditembak di bagian kepala saat kedua tangannya terangkat, setelah salah satu truk dalam konvoi mengalami kerusakan mesin sesaat setelah memasuki Gaza. Diaa Mansour, salah satu sopir yang selamat, mengatakan tentara Israel memerintahkan para sopir turun dari truk, melucuti pakaian mereka, dan memaksa mereka duduk di bawah terik matahari sebelum penembakan terjadi.

Dua Versi Kejadian

Militer Israel (IDF) mengonfirmasi telah terjadi penembakan, namun memberikan kronologi berbeda. Menurut keterangan IDF kepada The Times of Israel, konvoi berhenti di koridor Philadelphi dan para sopir turun dari truk “bertentangan dengan prosedur yang ditetapkan”. IDF menyatakan salah satu sopir “berlari ke arah pasukan”, yang kemudian memulai “prosedur penangkapan tersangka” dan menembak setelah “merasakan ancaman langsung”. IDF menyatakan insiden ini sedang diselidiki.

Jihad Esleem, wakil ketua Asosiasi Perusahaan Transportasi Gaza sekaligus kerabat jauh korban, menyatakan konvoi tersebut telah dikoordinasikan penuh melalui Program Pangan Dunia PBB (WFP) dan organisasi amal pangan World Central Kitchen (WCK). Ia menyebut para sopir kerap mengalami kekerasan, penghinaan, dan dipaksa berdiri berjam-jam di bawah matahari saat menjalankan tugas di perlintasan tersebut.

World Central Kitchen menyatakan Esleem bekerja untuk salah satu mitra logistiknya dan tewas saat mengangkut bantuan dari perlintasan Kerem Shalom menuju gudang WCK di Gaza. Organisasi tersebut menyebut kehilangan ini sebagai hal yang menyedihkan dan meminta pertanggungjawaban penuh atas insiden tersebut.

Ayah Korban Angkat Suara

Ayah korban, Nasser Esleem, menyampaikan pernyataan dalam video berbahasa Ibrani yang dipublikasikan Haaretz pada Sabtu (11/7/2026). Ia mengatakan putranya telah memegang izin kerja di perlintasan Kerem Shalom selama delapan tahun dan telah melalui proses pemeriksaan militer Israel. Ia menyampaikan pernyataannya di sela aksi protes di Gaza yang turut diikuti puluhan sopir truk lainnya, yang membawa poster berbahasa Ibrani, Arab, dan Inggris menuntut perlindungan bagi pekerja sektor swasta.

Esleem meninggalkan seorang istri dan dua anak, termasuk bayi berusia satu bulan. Menurut Asosiasi Perusahaan Transportasi Gaza, insiden ini merupakan salah satu dari beberapa kasus penembakan terhadap sopir truk bantuan dalam beberapa bulan terakhir, termasuk dua sopir yang ditembak pada Mei lalu dalam keadaan serupa.

Konteks Korban Selama Gencatan Senjata

Kementerian Kesehatan Gaza mencatat lebih dari 1.000 warga Palestina tewas akibat pelanggaran gencatan senjata oleh Israel sejak truce diberlakukan pada 10 Oktober 2025. Total korban tewas Palestina sejak dimulainya perang pada Oktober 2023 tercatat lebih dari 73.000 jiwa, menurut data kementerian yang sama. (IW)

ARTIKEL TERKAIT

Terpopuler