GAZA CITY — Serangan udara dan tembakan Israel di berbagai wilayah Jalur Gaza menewaskan sedikitnya enam orang pada Kamis (9/7/2026), termasuk seorang pengawal yang tewas dalam serangan drone yang menyasar kendaraan juru bicara Hamas, Hazem Qassem. Badan Pertahanan Sipil Gaza dan pejabat kesehatan setempat melaporkan insiden tersebut, sementara militer Israel belum memberikan tanggapan resmi.
Menurut sumber keamanan di Gaza, drone Israel menyerang kendaraan yang biasa digunakan Qassem. Qassem sendiri dilaporkan tidak berada di dalam kendaraan saat serangan terjadi, namun pengawalnya tewas dalam insiden tersebut.
Serangan Tersebar di Beberapa Wilayah
Dua orang tewas dan beberapa lainnya luka-luka ketika drone Israel menghantam kamp Nuseirat di Gaza tengah, menurut Badan Pertahanan Sipil Gaza. Empat orang lainnya tewas dalam serangan-serangan terpisah di lokasi lain di Jalur Gaza. Rumah sakit di Gaza mengonfirmasi telah menerima enam jenazah korban serangan hari itu.
Militer Israel hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan atas rangkaian serangan tersebut. AFP mencatat pembatasan akses media di Gaza membuat pihaknya tidak dapat memverifikasi secara independen jumlah korban maupun meliput kekerasan di lapangan secara bebas.
Kendaraan Bantuan Kemanusiaan Juga Jadi Korban
Sehari sebelumnya, pada Rabu (8/7/2026), serangan Israel terhadap kendaraan bantuan kemanusiaan yang mengangkut barang dari perlintasan Karam Abu Salem menuju gudang di Gaza menewaskan satu orang. World Central Kitchen (WCK), organisasi yang menyalurkan bantuan pangan bagi warga Palestina, mengidentifikasi korban sebagai sopir bernama Ahmad Nasser Saleem.
“Pengiriman bantuan kemanusiaan tidak seharusnya pernah menjadi target,” demikian pernyataan WCK, seraya menyatakan pihaknya telah menghubungi keluarga korban dan menunggu penjelasan resmi dari Israel atas insiden tersebut.
Korban Terus Bertambah Sejak Gencatan Senjata
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, pelanggaran gencatan senjata oleh militer Israel telah menewaskan sedikitnya 1.092 warga Palestina dan melukai lebih dari 3.500 lainnya sejak truce disepakati pada 10 Oktober 2025. Militer Israel mencatat lima tentaranya dan satu kontraktor sipil tewas pada periode yang sama.
Di tengah kekerasan yang berlanjut, otoritas kesehatan Gaza pada Kamis melaporkan laboratorium dan bank darah di Gaza berada di ambang kelumpuhan total akibat kekurangan pasokan medis yang parah. Direktur Kementerian Kesehatan, Sahar Ghanem, menyatakan kekurangan bahan laboratorium telah mencapai 87 persen, sementara kebutuhan alat tes diagnostik mengalami defisit 74 persen. (IW)

