NABLUS – Kementerian Kesehatan Palestina mengumumkan gugurnya empat warga Palestina dan empat lainnya terluka, tiga di antaranya dalam kondisi kritis, akibat tembakan pasukan pendudukan Israel di Desa Tal, sebelah barat daya Kota Nablus pada Jumat (24/7) pagi waktu setempat. Sumber-sumber medis menyebut jumlah korban luka bertambah dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis.
Di sisi lain, sumber-sumber Israel melaporkan satu pemukim Israel tewas dan tiga lainnya terluka dalam laporan awal setelah seorang warga Palestina melepaskan tembakan ke arah mereka di wilayah utara Tepi Barat.
Insiden terjadi di sekitar Desa Tal dan pos permukiman ilegal Havat Gilad, ketika desa Palestina itu menjadi sasaran serangan para pemukim Israel. Bentrokan fisik terjadi setelah warga Palestina berusaha mempertahankan rumah dan tanah mereka dari serangan yang terus berlangsung di bawah perlindungan tentara Israel.
Pihak Israel mengklaim dalam bentrokan tersebut, seorang warga Palestina berhasil merebut senjata milik salah seorang petugas keamanan permukiman dan menggunakannya.
Koresponden Al Jazeera melaporkan para pemukim berusaha menyerbu desa dan menyerang penduduknya. Rekaman yang beredar di media lokal memperlihatkan pasukan pendudukan Israel melepaskan tembakan secara intensif ke arah warga Palestina.
Sementara itu, surat kabar Israel Hayom melaporkan seorang warga Palestina merebut senjata dari petugas keamanan permukiman Zabatz, kemudian melepaskan tembakan ke arah warga Israel hingga menyebabkan sejumlah korban.
Koresponden Al Jazeera juga melaporkan para pemukim Israel menembaki warga Palestina di Desa Tal setelah insiden penembakan tersebut.
Militer Israel kemudian mengumumkan pengepungan terhadap Kota Nablus dan Desa Tal di Tepi Barat. Militer menyatakan telah mengerahkan pasukan ke wilayah dekat permukiman Havat Gilad setelah terjadinya serangan terhadap warga Israel.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan akan menggelar rapat dalam waktu dekat bersama Menteri Pertahanan Yisrael Katz dan Kepala Staf Militer Eyal Zamir untuk membahas respons atas insiden di permukiman Havat Gilad.
Di pihak Palestina, Hamas menyampaikan belasungkawa atas gugurnya para syuhada dan menegaskan  apa yang terjadi merupakan kejahatan eksekusi di lapangan serta kejahatan perang baru yang menambah daftar panjang pelanggaran pendudukan Israel terhadap rakyat Palestina.
Hamas juga memberikan penghormatan kepada pelaku penembakan yang disebut berhasil merebut senjata salah seorang petugas keamanan permukiman, serta menyerukan kepada rakyat Palestina di Tepi Barat untuk meningkatkan perlawanan terhadap pendudukan Israel di seluruh titik kontak.


