BETHLEHEM — Pasukan Zionis Israel dilaporkan menyerbu area Rumah Sakit Arab Society for Rehabilitation di Kota Bethlehem, Tepi Barat yang diduduki, pada Senin (17/8/2026) malam malam waktu setempat. Dalam insiden tersebut, sejumlah pasien dan pengunjung itu mengalami tindakan kekerasan.
Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan, pasukan Israel memasuki kompleks rumah sakit dan menimbulkan ketakutan di kalangan pasien serta pengunjung.
“Pasukan Israel menyerbu area Rumah Sakit Arab Society for Rehabilitation, meneror pasien dan pengunjung serta menyerang sebagian dari mereka,” demikian pernyataan Kementerian Kesehatan Palestina, seperti dikutip Middle East Monitor, Selasa (18/8/2026).
Kementerian Kesehatan Palestina mengecam keras tindakan tersebut. Menurut kementerian, fasilitas kesehatan merupakan tempat yang mendapatkan perlindungan berdasarkan hukum internasional dan semestinya terbebas dari tindakan yang membahayakan pasien maupun tenaga medis.
Serbuan terhadap rumah sakit, kata kementerian, tidak hanya mengancam keselamatan pasien dan tenaga kesehatan, tetapi juga berpotensi mengganggu hak masyarakat untuk memperoleh layanan medis secara aman.
“Rumah sakit dan pusat kesehatan merupakan tempat yang dilindungi berdasarkan hukum internasional,” tegas Kementerian Kesehatan Palestina.
Serukan Intervensi Internasional
Kementerian Kesehatan Palestina juga menyerukan intervensi segera dari organisasi kesehatan dan kemanusiaan internasional, khususnya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Komite Internasional Palang Merah (ICRC).
Desakan tersebut ditujukan untuk menghentikan apa yang disebut sebagai pelanggaran berulang terhadap rumah sakit, pusat kesehatan, serta tenaga medis di wilayah Palestina yang diduduki.
Selain itu, organisasi internasional diminta memastikan perlindungan terhadap fasilitas kesehatan dan menjamin keselamatan pasien serta tenaga medis yang menjalankan tugas kemanusiaan.
Insiden di Bethlehem tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Tepi Barat. Wilayah Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dilaporkan mengalami peningkatan serangan terhadap warga Palestina dan properti mereka sejak dimulainya perang Israel di Jalur Gaza pada Oktober 2023.
Serbuan terhadap fasilitas kesehatan di Bethlehem menambah perhatian internasional terhadap kondisi sistem kesehatan Palestina di tengah konflik yang terus berlangsung.
Sebelumnya, berbagai laporan juga mencatat adanya gangguan terhadap fasilitas dan layanan kesehatan di Tepi Barat. Pada Juli 2026, misalnya, pasukan Israel dilaporkan menyerbu rumah sakit khusus di Nablus dan menghalangi akses ambulans menuju lokasi.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran mengenai semakin sulitnya tenaga medis memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama di tengah meningkatnya operasi militer dan kekerasan di wilayah pendudukan.
Bagi warga Palestina, rumah sakit bukan hanya menjadi tempat memperoleh perawatan, tetapi juga salah satu ruang perlindungan bagi masyarakat sipil yang terdampak konflik.
Karena itu, seruan untuk melindungi fasilitas kesehatan kembali mengemuka. Perlindungan terhadap pasien, dokter, perawat, ambulans, dan fasilitas medis merupakan bagian penting dari prinsip kemanusiaan dalam situasi konflik bersenjata. (cky)


