RAFAH, Jalur Gaza — Serangan Israel menewaskan sedikitnya dua warga Palestina dan melukai tiga lainnya di dekat Masjid Muawiya, kawasan Al-Mawasi, Rafah, Jalur Gaza selatan, Senin (12/10/2026). Serangan itu terjadi lebih dari setahun setelah gencatan senjata Oktober 2025 mulai berlaku. Media Palestina mengidentifikasi kedua korban tewas sebagai pria berusia 22 dan 29 tahun.
Kantor berita Shafaq News, yang melaporkan kejadian ini, tidak mencantumkan tanggapan militer Israel atas serangan tersebut.
Kementerian Kesehatan Gaza mencatat lima kematian dalam 24 jam terakhir: tiga orang tewas dalam serangan terbaru dan dua orang meninggal akibat luka sebelumnya. Sebanyak 18 orang terluka dalam periode yang sama.
Sejak gencatan senjata, kementerian menyebut 1.493 warga Palestina tewas dan 5.299 terluka, serta 836 jenazah ditemukan dari bawah reruntuhan. Total korban tewas sejak 7 Oktober 2023 mencapai 74.382 jiwa, dengan 175.416 orang terluka.
Tembakan dan Serangan di Sejumlah Wilayah
Selain di Al-Mawasi, kendaraan militer Israel dilaporkan masuk ke Deir Al-Balah bagian timur disertai tembakan artileri, sementara tank menembaki Khan Younis timur. Dua warga terluka oleh tembakan Israel di timur Khan Younis dan kamp pengungsi Al-Bureij.
Pada malam sebelumnya, serangan Israel terhadap titik pengisian daya ponsel di lingkungan Al-Buraq, Khan Younis, menewaskan tiga orang dan melukai enam lainnya, menurut laporan media Palestina. Laporan yang sama menyebut seorang bocah laki-laki berusia tujuh tahun meninggal akibat luka yang dideritanya sehari sebelumnya di kamp pengungsi Jabalia.
Militer Israel selama ini menyatakan serangan di masa gencatan senjata menyasar anggota kelompok bersenjata yang disebut merencanakan serangan terhadap pasukannya, menurut The Times of Israel.
Garis Kuning Bergeser, Warga Al-Shujaiya Cemas
Warga Al-Shujaiya, Kota Gaza bagian timur, dilaporkan khawatir akan pengungsian baru setelah Garis Kuning, batas antara wilayah yang dikuasai Israel dan sisanya, disebut bergeser ke barat. Pergeseran itu memasukkan lebih banyak rumah ke zona terlarang. Pasukan Israel juga dilaporkan merobohkan rumah di Jalan Baghdad, Al-Shujaiya.
“Saya ingin tinggal di pemakaman,” kata seorang perempuan warga Al-Shujaiya dalam video yang diunggah Pusat Informasi Palestina di platform X, Senin.
Harian Asharq Al-Awsat, dalam laporan 10 Oktober, menulis bahwa Israel kini menguasai lebih dari 63 persen wilayah Gaza setelah memperluas area di dalam Garis Kuning selama setahun gencatan senjata.
Bantuan Terbatas Jelang Musim Dingin
Kantor Media Pemerintah Gaza, Minggu (11/10), menyatakan hanya 74.855 dari 219.000 truk bantuan, barang komersial, dan bahan bakar yang diharapkan telah masuk Gaza dalam setahun terakhir. Kantor itu juga mencatat 5.474 dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh Israel.
Kepala delegasi Komite Palang Merah Internasional (ICRC) untuk Israel dan Wilayah Pendudukan mengatakan kepada Al-Araby TV bahwa kondisi di Gaza memburuk menjelang musim dingin, dengan kekurangan air minum dan sekitar 8.000 jenazah masih tertimbun reruntuhan.
Media Palestina juga melaporkan lima pasien beserta pendampingnya dievakuasi keluar Gaza melalui perlintasan Kerem Shalom.
Sumber: Shafaq News (12/10/2026); The Times of Israel (liveblog, 12/10/2026); Asharq Al-Awsat (10/10/2026); Kementerian Kesehatan Gaza dan Kantor Media Pemerintah Gaza (sebagaimana dikutip Shafaq News dan The Times of Israel).


