GAZA CITY — Serangan Israel ke Universitas Islam di Gaza City pada Minggu (25/10) menewaskan tiga orang, dan Rumah Sakit Al-Shifa menerima tiga jenazah serta merawat delapan korban luka. Secara keseluruhan, sedikitnya delapan warga Palestina tewas dalam serangan Israel di berbagai wilayah Gaza hari itu. Peristiwa ini terjadi lebih dari setahun setelah gencatan senjata mulai berlaku.
Dua serangan di satu kampus
Serangan tersebut merupakan satu dari dua serangan ke kampus yang sama. Media Palestina menyebut para korban tewas bernama Ashraf Dahlan, Shadi Abu Ataya, dan Sami Baroud.
Identitas para korban dilaporkan berbeda. Al Jazeera menyebut mereka penjaga keamanan kampus. Dua sumber di universitas mengatakan kepada Times of Israel bahwa mereka adalah staf administrasi, sedangkan korban luka adalah mahasiswa.
Koresponden Al Jazeera, Hani Mahmoud, melaporkan dari lokasi sesaat setelah serangan. “Dampaknya sangat besar,” kata Mahmoud, yang menyebut timnya baru selesai merekam di kampus dan sempat menyapa para penjaga sebelum mereka tewas. Menurut Mahmoud, sebagian besar gedung universitas sudah hancur sebelum serangan Minggu.
Korban lain dan tanggapan militer Israel
Juru bicara pertahanan sipil Gaza, Mahmoud Bassal, mengatakan lima orang lainnya tewas pada hari yang sama: tiga di sekitar Khan Younis, satu di Deir al-Balah, dan satu di barat laut Gaza City. Haaretz melaporkan bahwa korban tewas hari itu termasuk seorang anak.
Militer Israel mengatakan kepada Times of Israel bahwa serangan di universitas menyasar operatif teroris dan rincian akan menyusul. Dalam keterangan lain kepada kantor berita, militer menyatakan serangan itu sedang ditinjau.
Gencatan senjata yang rapuh
Gencatan senjata di Gaza mulai berlaku pada 10 Oktober 2025. Kementerian Kesehatan Gaza mencatat lebih dari 1.550 warga Palestina tewas dan 5.573 lainnya terluka akibat serangan Israel sejak gencatan senjata diumumkan. Total korban tewas sejak Oktober 2023 menurut kementerian yang sama melampaui 74.000 jiwa.
Pelaksanaan rencana perdamaian Presiden AS Donald Trump untuk Gaza disebut macet: Hamas menolak melucuti senjata, sementara Israel menolak menarik pasukan dari wilayah Gaza mana pun sebelum syarat itu dipenuhi. Israel menyatakan terus menyasar Hamas dan kelompok bersenjata lain yang dianggap mengancam. timesofisrael
Sumber: Al Jazeera · Times of Israel (liveblog 25 Oktober) · Asharq Al-Awsat · Haaretz · Northeast Times · Human Rights Watch


