GAZA CITY — Serangan drone Israel di kawasan al-Mawasi, Rafah, Jalur Gaza selatan, menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai 15 lainnya pada Rabu (28/10/2026), menurut Pertahanan Sipil Gaza. Militer Israel menyatakan pihaknya menyerang target yang disebutnya teroris. Serangan terjadi sehari setelah pemilu Israel dan lebih dari setahun setelah gencatan senjata berlaku pada 10 Oktober 2025.
Juru bicara Pertahanan Sipil, Mahmoud Bassal, mengatakan kepada AFP bahwa “tiga orang tewas dan beberapa lainnya terluka, sebagian dalam kondisi serius” dalam serangan drone di Rafah. Pertahanan Sipil adalah badan penyelamat yang beroperasi di bawah otoritas Hamas.
Rumah sakit setempat menerima tiga jenazah dan 15 korban luka, menurut AFP. Pertahanan Sipil menyebut satu korban luka kemudian meninggal dunia. Militer Israel, saat dimintai tanggapan, mengatakan akan menyampaikan keterangan lanjutan.
Secara keseluruhan, serangan Israel di Gaza menewaskan lima orang pada Rabu, termasuk satu orang di Khan Younis, kata Pertahanan Sipil dan rumah sakit setempat.
Rincian Sasaran Belum Seragam
Laporan media berbeda soal lokasi yang terkena. Kantor berita Palestina WAFA melaporkan serangan menghantam fasilitas Kementerian Ekonomi di al-Mawasi saat pegawai kementerian dan perwakilan pedagang sedang mengurus transaksi komersial. WAFA mencatat tiga orang tewas dan 10 terluka.
Anadolu, mengutip sumber lokal, menyebut sasarannya pos pemeriksaan pemerintah Gaza yang memantau truk komersial yang masuk melalui perlintasan Kerem Shalom. Associated Press, mengutip pejabat Rumah Sakit Nasser, melaporkan serangan terjadi di dekat rumah sakit lapangan Palang Merah di Rafah. Gaza Media belum dapat memverifikasi secara independen lokasi dan sasaran serangan tersebut.
Latar: Sengketa Barang Komersial
Serangan ini terjadi di tengah perselisihan soal masuknya barang dagangan ke Gaza. Pada 14 Oktober, militer Israel menyatakan barang komersial berhenti masuk dengan alasan pungutan Hamas atas truk, tuduhan yang dibantah Hamas, menurut Next Century Foundation.
Nickolay Mladenov, Perwakilan Tinggi untuk Gaza dari Board of Peace, menyatakan pada 15 Oktober telah menerima surat dari Koordinator Aktivitas Pemerintah di Wilayah (COGAT) Israel tentang penghentian koordinasi barang sektor swasta. Ia mengecam dugaan intimidasi terhadap pedagang dan meminta praktik itu dihentikan, menurut Jerusalem Post.
Kesepakatan gencatan senjata mensyaratkan 600 truk bantuan masuk per hari. Rata-rata truk yang masuk pada Juli–Agustus 2026 hanya 69 per hari, menurut IPI Global Observatory.
Korban Sejak Gencatan Senjata
Kementerian Kesehatan Gaza mencatat sedikitnya 1.568 warga Palestina tewas dan 5.649 terluka sejak gencatan senjata, menurut pembaruan hariannya pada Rabu yang dikutip Antiwar.com. Kementerian itu berada di bawah pemerintahan yang dikelola Hamas dan tidak membedakan warga sipil dari kombatan, tetapi menyebut perempuan dan anak-anak sekitar separuh dari seluruh korban tewas, menurut AP.
Total korban tewas sejak Oktober 2023 melampaui 74.500 orang, menurut AFP berdasarkan data kementerian yang sama. AFP mencatat perang bermula dari serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan 1.221 orang di Israel, berdasarkan data resmi Israel.


