Sebanyak 76 orang, termasuk wanita dan anak-anak, gugur sejak fajar kemarin, Minggu, hari pertama Idulfitri. Hal itu disebabkan oleh serangan udara Israel yang menargetkan berbagai wilayah di Jalur Gaza.
Sementara itu, Hamas menyerukan kepada “rakyat merdeka” dan komunitas internasional untuk bergerak guna menghentikan agresi Israel.
Di antara para syuhada tersebut, terdapat satu keluarga yang tewas akibat serangan terhadap kamp pengungsi di barat Khan Younis.
Reporter Al Jazeera melaporkan bahwa 9 warga Palestina, termasuk anak-anak dan wanita, gugur dalam serangan udara yang menghantam sebuah apartemen di Kota Hamad, utara Khan Younis, di bagian selatan Jalur Gaza.
Selain itu, 6 orang syahid dan 10 lainnya terluka dalam serangan yang menargetkan sebuah rumah di Joura Al-Lot, Khan Younis.
Laporan lainnya menyebutkan bahwa 1 orang syahid dan beberapa lainnya terluka dalam serangan terhadap sebuah rumah di kamp Khan Younis.
Selain itu, 2 warga Palestina gugur dan beberapa lainnya terluka dalam serangan udara Israel terhadap sebuah rumah di kota Abasan Al-Kabira, timur Khan Younis.
2 anak juga syahid akibat serangan yang menghantam apartemen di Kota Hamad, utara Khan Younis.
Di lingkungan Shuja’iyya, timur Kota Gaza, beberapa orang, termasuk anak-anak, syahid dalam serangan udara Israel terhadap sebuah rumah.
Tim Pertahanan Sipil di Gaza mengumumkan bahwa mereka menemukan jenazah 15 orang yang hilang.
Termasuk 9 anggota tim Bulan Sabit Merah, 5 anggota pertahanan sipil, dan seorang staf dari UNRWA di lingkungan Tal Al-Sultan, Kota Rafah.
Selain itu, Bulan Sabit Merah Palestina juga menemukan jenazah 15 syuhada dari tim medis dan pertahanan sipil.
Mereka telah hilang selama lebih dari seminggu setelah pasukan Israel menembaki mereka secara langsung di Tal Al-Sultan, barat Rafah, selatan Jalur Gaza.
Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa beberapa jenazah para petugas medis ditemukan dalam keadaan terikat dengan luka tembak di dada, serta dikubur dalam lubang yang dalam untuk menyulitkan identifikasi.
Kementerian menuntut organisasi internasional untuk segera melakukan penyelidikan dan meminta pertanggungjawaban Israel atas kejahatan ini.
Hamas serukan aksi
Dalam pernyataannya, Hamas menyatakan bahwa tentara Israel terus membombardir Gaza sepanjang hari pertama idul fitri, yang mengakibatkan gugurnya puluhan warga Palestina.
Hamas menegaskan bahwa yang mendorong “penjahat perang” Netanyahu untuk terus mengabaikan hukum internasional adalah ketiadaan pertanggungjawaban serta ketidakmampuan komunitas internasional untuk bertindak.
Hamas menyerukan kepada “rakyat merdeka” untuk segera bergerak dan menggelar aksi guna menekan pemerintah mereka agar menghentikan agresi terhadap Gaza dan Tepi Barat.
Selain itu, Hamas juga mendesak komunitas internasional untuk menekan Israel agar menghentikan agresi, kembali ke kesepakatan, dan memungkinkan pertukaran tahanan.