HomeBeritaAS Desak Arab Saudi Cairkan Rp16 Triliun untuk Rekonstruksi Gaza

AS Desak Arab Saudi Cairkan Rp16 Triliun untuk Rekonstruksi Gaza

RIYADH – Seorang pejabat senior Amerika Serikat dilaporkan melakukan lobi kepada pemerintah Arab Saudi agar segera mencairkan dana bantuan sebesar 1 miliar dolar AS untuk mendukung program rekonstruksi Gaza melalui lembaga “Board of Peace” yang dibentuk Presiden AS Donald Trump. Langkah itu dilakukan di tengah kekhawatiran krisis pendanaan yang menghambat jalannya rencana pemulihan Gaza pascaperang.

Laporan Middle East Eye menyebutkan bahwa utusan Amerika Serikat mengunjungi Riyadh pada April lalu guna memastikan komitmen Saudi terhadap pendanaan program tersebut tetap berjalan. Sumber diplomatik menyebut, pencairan dana menjadi krusial karena lembaga itu menghadapi kekurangan kas meski sejumlah negara telah menjanjikan bantuan miliaran dolar.

“Board of Peace” dibentuk Washington untuk mengawasi rekonstruksi Gaza dan menyiapkan pemerintahan sipil baru di wilayah tersebut setelah perang Israel di Gaza. Namun hingga kini, sebagian besar dana yang dijanjikan disebut belum benar-benar dicairkan.

Menurut laporan Reuters yang dikutip sejumlah media internasional, total komitmen bantuan untuk Gaza melalui skema tersebut mencapai sekitar 17 miliar dolar AS. Meski demikian, dana yang benar-benar tersedia disebut masih jauh di bawah angka itu. Situasi tersebut dinilai menghambat implementasi berbagai program pemulihan, termasuk pembangunan infrastruktur dan pembentukan administrasi sipil baru di Gaza.

Sumber yang mengetahui proses tersebut mengatakan hanya beberapa negara yang telah merealisasikan kontribusi mereka, di antaranya Uni Emirat Arab, Maroko, dan Amerika Serikat sendiri. Sementara sejumlah negara donor lainnya masih menahan pencairan dana karena mempertimbangkan aspek transparansi dan mekanisme pengawasan lembaga tersebut.

Laporan kepada Dewan Keamanan PBB tertanggal 15 Mei 2026 juga mengingatkan adanya “kesenjangan mendesak” antara komitmen dan pencairan dana. Dokumen itu menegaskan bahwa bantuan yang belum dicairkan berpotensi membuat rencana rekonstruksi Gaza hanya menjadi kerangka di atas kertas tanpa realisasi nyata di lapangan.

Rekonstruksi Gaza diperkirakan membutuhkan biaya hingga 70 miliar dolar AS. Laporan tersebut menyebut sekitar 85 persen bangunan dan infrastruktur di Gaza mengalami kerusakan akibat perang, sementara jutaan ton puing masih harus dibersihkan sebelum proses pembangunan kembali dapat dimulai.

Di sisi lain, sejumlah negara dan organisasi internasional masih menunjukkan sikap hati-hati terhadap mekanisme “Board of Peace”. Beberapa pihak lebih memilih menyalurkan bantuan melalui lembaga internasional tradisional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) karena dinilai memiliki sistem pengawasan yang lebih mapan.***

ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler