HomeBeritaDua Bayi Perempuan Meninggal dalam Kebakaran Tenda Pengungsian di Al-Mawasi, Khan Yunis

Dua Bayi Perempuan Meninggal dalam Kebakaran Tenda Pengungsian di Al-Mawasi, Khan Yunis

KHAN YUNIS — Dua bayi perempuan meninggal dunia akibat luka bakar parah setelah tenda pengungsian mereka terbakar di kawasan Al-Mawasi, sebelah barat Khan Yunis, Jalur Gaza selatan, Sabtu (31/10/2026) pagi. Kantor berita Palestina WAFA, mengutip sumber medis, melaporkan bahwa api menyala pada malam sebelumnya. Penyebab kebakaran belum diumumkan.

Kronologi yang Dilaporkan

Menurut WAFA, kedua bayi meninggal pada Sabtu dini hari, setelah kebakaran terjadi di Al-Mawasi pada malam sebelumnya.

Pusat Informasi Palestina (PIC) melaporkan bahwa tenda itu berada di Kamp Pengungsian Al-Nakhil, dekat kawasan Eita. Seorang perempuan juga terluka dengan tingkat keparahan berbeda. Tenda beserta seluruh isinya hancur. Laporan yang tersedia belum menyebutkan identitas para korban.

Kantor berita Breaking The News mencatat bahwa kebakaran serupa di kamp-kamp pengungsian sebelumnya juga telah menewaskan dan melukai banyak orang.

Musim Dingin Keempat di Tenda

Insiden ini terjadi saat warga Gaza menyiapkan diri menghadapi musim dingin keempat sejak perang pecah. Pada 9 Oktober 2026, sebuah badan PBB menyatakan hampir 1,8 juta warga Gaza menghadapi musim dingin tanpa tempat berlindung yang memadai, menurut laporan Malay Mail. Badan itu meminta pendanaan internasional dan meminta Israel melonggarkan pembatasan masuknya pasokan penting.

UN News pada 27 Oktober melaporkan bahwa keluarga-keluarga di Gaza bersiap menghadapi musim dingin keempat di tenda, sementara operasi bantuan masih terhambat. Pada 30 Oktober, PIC melaporkan bahwa tenda-tenda yang compang-camping membuat keluarga pengungsi di Al-Mawasi rentan terhadap cuaca dingin dan risiko banjir.

Akses Perawatan Medis

Save the Children, dalam rilis dari Kairo pada 29 Oktober, menyatakan bahwa evakuasi medis anak dari Gaza turun 75 persen dibandingkan tahun pertama perang. Berdasarkan data WHO yang diterima organisasi itu, 1.010 anak dievakuasi pada 7 Oktober 2025 hingga 6 Oktober 2026, dibandingkan 4.163 anak pada tahun pertama perang. Save the Children juga mengutip PBB bahwa hanya separuh rumah sakit di Gaza yang berfungsi sebagian, dan seluruhnya mengalami kerusakan.

PIC melaporkan bahwa sekitar 21.000 warga sakit dan terluka, seperempatnya anak-anak, masih menunggu perawatan di luar Gaza. Belum ada keterangan bahwa kedua bayi dalam insiden ini sedang menunggu evakuasi medis.

Korban Selama Gencatan Senjata

Pada hari yang sama, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan enam orang tewas dan 26 luka-luka dalam 48 jam terakhir. Empat di antaranya korban baru, sedangkan dua lainnya meninggal akibat luka dari serangan sebelumnya.

Sejak gencatan senjata berlaku pada Oktober 2025, kementerian mencatat 1.580 orang tewas dan 5.711 luka-luka. Total korban sejak 7 Oktober 2023 mencapai 74.594 tewas dan 175.834 luka-luka.

Kementerian itu merupakan bagian dari pemerintahan yang dipimpin Hamas. AP melaporkan pada Juni 2026 bahwa badan-badan PBB dan pakar independen menilai catatannya umumnya andal. Militer Israel, menurut AFP, menyatakan serangan-serangannya selama gencatan senjata menyasar anggota Hamas.

Sumber: WAFA (via Breaking The News, “Gaza displacement camp fire kills two”); Pusat Informasi Palestina, “Two infants die in Gaza tent fire as medical evacuations of children drop 75%” (31/10/2026) dan “Health ministry: Six killed and 26 injured in Gaza over the past 48 hours” (31/10/2026); Save the Children, “Little Gaza in Egypt…” (29/10/2026); Malay Mail (9/10/2026); UN News (27/10/2026); AP/PBS (14/6/2026); AFP.

ARTIKEL TERKAIT

Terkini