RAMALLAH – Tentara Israel menangkap lima perempuan Palestina dalam serangkaian serangan yang dilakukan semalam di berbagai wilayah Tepi Barat yang diduduki pada Rabu (1/7) dini hari, menurut kelompok advokasi tahanan Palestina dan sejumlah sumber setempat.
Perhimpunan Tahanan Palestina (Palestinian Prisoners Society) dalam pernyataan singkatnya mengatakan pasukan Israel menangkap Mayser Al-Faqih, Faten Hanaysha, Jamila Kanaan, Ataf Badr, dan Jamila Daho dalam penggerebekan di sejumlah wilayah Tepi Barat.
Pasukan Israel menyerbu kota Nablus di Tepi Barat utara, menggerebek sejumlah rumah dan menangkap Mayser Al-Faqih dari kawasan Jembatan Titi di lingkungan Gunung Utara kota tersebut, kata sumber-sumber lokal kepada Anadolu.
Pasukan juga menangkap Faten Hanaysha, yang bekerja di sebuah organisasi amal, setelah menggerebek rumahnya di kota Beit Dajan, sebelah timur Nablus, serta menyita komputer pribadinya.
Di kota Ramallah, Tepi Barat bagian tengah, tentara Israel menahan Jamila Daho setelah menggerebek rumahnya di kawasan Batn Al-Hawa. Jamila Kanaan juga turut ditangkap dalam operasi tersebut.
Sementara itu, di wilayah Hebron, Tepi Barat bagian selatan, pasukan Israel menangkap Ataf Badr.
Tentara Israel hampir setiap hari melakukan penggerebekan di kota-kota, desa-desa, dan kamp-kamp pengungsi di Tepi Barat yang diduduki. Operasi tersebut biasanya melibatkan penggeledahan rumah, penangkapan, serta interogasi di lokasi.
Sejak 7 Oktober 2023, tentara Israel dan para pemukim ilegal telah meningkatkan operasi militer di seluruh wilayah Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur yang diduduki. Menurut data resmi Palestina, sedikitnya 1.173 warga Palestina tewas, ribuan lainnya terluka, dan sekitar 23.000 orang telah ditangkap.
Menurut Perhimpunan Tahanan Palestina, sejak Oktober 2023 Israel telah menahan lebih dari 765 perempuan Palestina, termasuk anak perempuan di bawah umur dan perempuan lanjut usia, dalam kampanye penangkapan yang terus berlangsung di seluruh Tepi Barat yang diduduki.

