HomeBeritaLamine Yamal Rayakan Gelar Juara Dunia Bersama Adik, Kekasih, dan Keluarganya

Lamine Yamal Rayakan Gelar Juara Dunia Bersama Adik, Kekasih, dan Keluarganya

NEW JERSEY – Malam ketika Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 pada Ahad (19/7) waktu setempat bukan sekadar pencapaian olahraga bagi Lamine Yamal, tetapi juga menjadi momen emosional yang menyentuh.

Bintang muda Spanyol itu merayakan gelar juara dunia bersama adik laki-lakinya, Keyne, dalam sebuah perayaan yang menarik perhatian publik dan media. Di saat yang sama, kehidupan pribadinya, termasuk hubungannya dengan sang kekasih Inés García, juga menjadi sorotan.

Keyne, Suporter Cilik yang Mencuri Perhatian

Keyne, adik Lamine Yamal yang baru berusia tiga tahun, datang ke Stadion New York/New Jersey bersama ibunya, Sheila Ebana, untuk menyaksikan final Piala Dunia yang mempertemukan Spanyol melawan Argentina. Dalam laga tersebut, Spanyol keluar sebagai juara usai menang tipis 1-0.

Usai peluit panjang berbunyi, Keyne berlari ke lapangan untuk merayakan kemenangan bersama sang kakak. Momen tersebut menjadi salah satu adegan paling mengharukan sepanjang turnamen.

Pada hari paling bersejarah dalam karier sepak bola putranya, Sheila Ebana mengenakan jersey bernomor 19 milik Lamine lengkap dengan tas bertuliskan nama dan nomor sang anak. Sementara Keyne tampil mengenakan jersey serupa dipadukan celana putih sebagai bentuk penghormatan kepada kakaknya.

Keluarga dan Sahabat Temani Malam Bersejarah

Sheila tidak datang sendirian. Ia ditemani sejumlah orang terdekat Lamine, termasuk sahabat masa kecilnya, Souhaib, yang tumbuh bersama di kawasan Rocafonda, kota Mataró, dan dianggap Lamine seperti saudara sendiri.

Souhaib terlihat menggendong Keyne saat perayaan berlangsung. Hadir pula ayah Keyne yang merupakan pasangan Sheila, serta sepupu Lamine, Mohamed Abde.

Sheila kemudian mengunggah foto kebersamaan keluarga dan sahabat di media sosial dengan tulisan singkat, “Geng sudah siap.”

“Adikku Adalah Segalanya”

Selama Piala Dunia 2026, Lamine Yamal mengungkapkan betapa besar arti adiknya dalam hidupnya. Menurutnya, kebahagiaan sejati bukan hanya soal memenangkan trofi.

“Saya terharu melihat adik saya bahagia, dan ibu saya akhirnya menjalani kehidupan yang selalu ia impikan. Pada akhirnya, itulah yang saya inginkan. Itu adalah impian terbesar seorang anak, bahkan lebih besar daripada sepak bola dan hal lainnya.”

Ia menambahkan, “Adik saya adalah segalanya bagi saya. Dia seperti anak saya sendiri dan saya sangat menyayanginya.”

Dalam pesta juara, Keyne kembali mencuri perhatian ketika mengenakan topi besar yang hampir menutupi matanya. Di momen lain, bocah itu juga terlihat memakai topi polisi yang dipinjam dari salah seorang petugas keamanan Stadion MetLife.

Dari Foto Bersama Messi Saat Bayi hingga Mengalahkannya di Final

Gelar juara dunia ini memiliki makna simbolis bagi Lamine Yamal. Di partai final, ia menghadapi salah satu idolanya sejak kecil, Lionel Messi, yang membela Argentina.

Meski berhasil mengalahkan Messi di final, Yamal tetap menunjukkan rasa hormat yang besar kepada legenda Argentina tersebut. Seusai pertandingan, keduanya saling berpelukan di lapangan dalam momen yang menjadi perhatian dunia.

Inés García, Sosok yang Mendampingi dari Balik Layar

Selain kisah keluarganya, hubungan asmara Lamine Yamal dengan Inés García Santos juga mendapat sorotan selama Piala Dunia.

Sebelumnya, Yamal sempat mendedikasikan salah satu golnya di turnamen ini untuk ibu, kekasih, teman-teman, dan seluruh warga kampung halamannya di Mataró.

“Gol ini saya persembahkan untuk ibu saya, kekasih saya, teman-teman saya, dan semua orang di kampung halaman saya di Mataró.”

Menurut berbagai laporan, Yamal dan García pertama kali saling mengenal melalui media sosial. Hubungan mereka mulai diketahui publik setelah keduanya terlihat berlibur bersama di Yunani, kemudian kembali muncul bersama dalam sebuah acara yang berkaitan dengan Barcelona.

Mengenai awal hubungan mereka, García mengatakan, “Orang-orang mulai melihat kami bersama ketika kami pergi ke Yunani. Padahal saya sudah mengenal Lamine jauh sebelum itu.”

Ia menambahkan. “Kami menjalani semuanya dengan perlahan. Kami menghabiskan banyak waktu untuk saling berbicara sebelum akhirnya bertemu.”

Menjadi Simbol Generasi Baru

Di usia yang masih sangat muda, Lamine Yamal kini menikmati salah satu periode paling berkesan dalam hidupnya. Ia berhasil mengangkat trofi Piala Dunia, bertemu dan mengalahkan idolanya Lionel Messi di final, merayakan kemenangan bersama adik kecilnya, serta mendapat dukungan penuh dari keluarga dan kekasihnya.

Perjalanan itu menjadikan Yamal bukan hanya simbol kesuksesan olahraga, tetapi juga wajah generasi baru sepak bola Spanyol—seorang anak yang pernah bermimpi menjadi seperti Messi, lalu tumbuh menjadi pemain yang mampu mengalahkan sang legenda di partai final Piala Dunia dan mengangkat trofi paling bergengsi di dunia sepak bola.

Sumber: Al Jazeera (mengutip media asing)

 

ARTIKEL TERKAIT

Terpopuler