Thursday, April 3, 2025
HomeBeritaLaporan: Israel siap terima nama-nama tawanan dari Hamas meski Netanyahu membantah

Laporan: Israel siap terima nama-nama tawanan dari Hamas meski Netanyahu membantah

Laporan dari lembaga penyiaran resmi Israel pada Kamis menyebutkan bahwa Tel Aviv sedang bersiap menerima daftar nama tiga tawanan pada Jumat, yang seharusnya dibebaskan oleh Hamas pada Sabtu mendatang.

Hal ini terjadi meskipun kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu membantah adanya kesepakatan terkait penyelesaian krisis pertukaran tawanan.

Sebelumnya pada hari yang sama, Hamas mengumumkan bahwa Mesir dan Qatar sedang bekerja untuk menyelesaikan hambatan dalam kesepakatan gencatan senjata di Gaza.

Hamas menegaskan bahwa mereka akan terus menerapkan perjanjian sebagaimana telah disepakati, termasuk pertukaran tawanan sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Dalam beberapa hari terakhir, Hamas telah menuduh Israel melanggar perjanjian gencatan senjata. Pelanggaran itu termasuk menunda kepulangan para pengungsi ke Gaza utara, menembaki warga sipil, dan menghambat masuknya bantuan kemanusiaan. Termasuk peralatan tempat tinggal, alat berat untuk mengangkat puing-puing, serta pasokan makanan dan bahan bakar

Sebagai tanggapan atas pelanggaran ini, pada hari Senin, Hamas mengumumkan bahwa mereka akan menunda penyerahan tawanan kepada Israel pada Sabtu mendatang.

Penundaan itu sampai Israel mematuhi kesepakatan dan mengganti keterlambatan sebelumnya secara retrospektif.

Menanggapi hal ini, Donald Trump mengancam akan membatalkan perjanjian gencatan senjata dan membuka “gerbang neraka” terhadap Gaza jika Hamas tidak membebaskan tawanan pada Sabtu pukul 12:00 (10:00 GMT).

Pejabat Israel juga mengulangi ancaman ini, tetapi Hamas dengan tegas menyatakan bahwa mereka tidak menerima bahasa ancaman.

Meskipun kantor Netanyahu membantah adanya kesepakatan dengan Hamas, laporan dari sumber pemerintahan Israel yang tidak disebutkan namanya mengonfirmasi bahwa sebenarnya ada pemahaman yang telah dicapai dengan Hamas mengenai kelanjutan pertukaran tawanan, dan pengumuman resmi dapat segera dilakukan.

“Namun sejauh ini, posisi resmi Kantor Perdana Menteri adalah tidak ada kesepakatan dengan Hamas,” katanya.

Laporan itu juga menambahkan bahwa, meskipun Netanyahu mengadakan pertemuan dengan pejabat keamanan pada Kamis, Israel tetap bersiap menerima daftar tiga tawanan pada Jumat.

Sesuai kesepakatan, Hamas seharusnya membebaskan mereka dalam kondisi hidup pada Sabtu mendatang.

Menurut sumber tersebut, Tel Aviv tidak mengharapkan lebih dari tiga tawanan yang dibebaskan untuk saat ini, meskipun kemungkinan perubahan di menit-menit terakhir tetap ada.

Saat ini, mediator Mesir dan Qatar terus melakukan pertemuan dan komunikasi intensif untuk mencegah runtuhnya kesepakatan.

Situasi masih belum jelas, tetapi laporan dalam beberapa jam terakhir menunjukkan adanya indikasi positif yang dapat membantu menyelesaikan krisis ini.

Saluran berita “Al-Qahira Al-Ikhbariya” (Cairo News) mengutip seorang pejabat Mesir yang tidak disebutkan namanya, yang menyatakan keberhasilan Mesir dan Qatar.

“Upaya Mesir dan Qatar telah berhasil mengatasi hambatan dalam implementasi perjanjian,” katanya.

Namun, pada saat yang sama, kantor Netanyahu dalam pernyataannya kembali menegaskan bahwa Belum ada pemahaman yang dicapai dengan Hamas mengenai penyelesaian krisis tersebut.

Pada 19 Januari 2025, gencatan senjata antara Hamas dan Israel mulai berlaku, yang mencakup pertukaran tawanan. Perjanjian ini terdiri dari tiga tahap, masing-masing berlangsung 42 hari. Pada tahap pertama, dilakukan negosiasi untuk memulai tahap kedua dan ketiga, dengan mediasi dari Mesir dan Qatar serta dukungan Amerika Serikat (AS).

Dengan dukungan dari Amerika Serikat, Israel telah melakukan genosida besar-besaran di Gaza sejak 7 Oktober 2023 hingga 19 Januari 2025. Serangan brutal ini telah menyebabkan sekitar 160.000 korban tewas dan luka-luka, mayoritasnya adalah anak-anak dan Perempuan. Lebih dari 14.000 orang dinyatakan hilang.

Sementara komunitas internasional terus mengawasi perkembangan ini, Hamas dan para mediator berharap agar kesepakatan pertukaran tawanan dan gencatan senjata dapat berjalan sesuai dengan perjanjian.

ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Most Popular