Thursday, April 3, 2025
HomeBeritaLebih dari 320 anak Gaza tewas sejak Israel kembali lancarkan genosida

Lebih dari 320 anak Gaza tewas sejak Israel kembali lancarkan genosida

Israel yang kembali melancarkan serangan ke Jalur Gaza telah menyebabkan sedikitnya 322 anak meninggal dunia, menurut laporan UNICEF. Angka ini mencerminkan rata-rata sekitar 100 anak yang tewas atau terluka setiap harinya.

Sebagian besar anak-anak yang menjadi korban adalah mereka yang terpaksa mengungsi, tinggal di tenda darurat atau rumah yang rusak. UNICEF menyebutkan bahwa “serangan yang tak pandang bulu” dan blokade yang sudah berlangsung lebih dari tiga minggu memperburuk kondisi kemanusiaan di Gaza.

Perang yang kini memasuki bulan ke-18 ini telah merenggut lebih dari 15.000 nyawa anak-anak dari total lebih dari 50.000 warga sipil yang tewas. Salah satu serangan udara Israel bahkan menewaskan lima anak, yang termasuk di antara sepuluh warga sipil yang tewas dalam serangan udara yang menghancurkan tenda pengungsi pada hari pertama Idul Fitri.

UNICEF juga mengungkapkan bahwa hampir satu juta anak-anak di Gaza telah berulang kali mengungsi dan kehilangan akses terhadap layanan dasar yang sangat dibutuhkan.

Menurut UNRWA, lebih banyak anak yang tewas di Gaza dalam beberapa bulan terakhir dibandingkan dengan jumlah anak yang tewas dalam empat tahun konflik di seluruh dunia.

Kementerian Kesehatan Gaza mengungkapkan bahwa setidaknya 1.042 warga sipil tewas sejak berakhirnya gencatan senjata. Dalam 48 jam terakhir, 80 orang tewas akibat serangan lebih lanjut.

Israel melanggar perjanjian gencatan senjata dengan Hamas pada 18 Maret, yang mengakhiri truce selama 58 hari. Negara ini kini menghadapi tuduhan di Pengadilan Dunia terkait genosida di Gaza, sementara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant sedang dicari oleh Pengadilan Kriminal Internasional atas tuduhan menggunakan kelaparan sebagai senjata perang, serta sejumlah tuduhan lainnya.

Pada Januari lalu, PBB mengungkapkan bahwa setidaknya 2.500 anak memerlukan evakuasi medis karena berada dalam risiko kematian yang sangat mendesak. Sebuah konvoi ambulans dan bus berhasil mengevakuasi 25 anak Palestina yang terluka dan sakit pada 4 Maret.

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Pengajar HI Universitas Al Azhar Indonesia, Mahasiswa PhD Hubungan Antarbangsa Universitas Sains Malaysia.
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Most Popular