Saturday, March 29, 2025
HomeBeritaMedia internasional: Hamas jaga kepemimpinan militer yang efektif

Media internasional: Hamas jaga kepemimpinan militer yang efektif

Surat kabar dan situs berita internasional menyoroti perang Israel di Jalur Gaza serta meningkatnya kekhawatiran akan meluasnya konflik ke front lain di kawasan, di tengah retorika eskalasi yang diadopsi oleh para pejabat Israel.

Sebuah artikel di surat kabar The Guardian menyebutkan bahwa retorika eskalasi yang digunakan oleh pejabat Israel mengindikasikan bahwa harapan untuk gencatan senjata di Gaza semakin memudar.

Artikel tersebut juga menyoroti keselarasan antara kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

“Perkiraan para ahli dan analis bahwa kembalinya Trump akan menjadi titik balik dalam perang di Gaza kini mulai terbukti dan serangan udara ke Gaza mungkin hanya awal, seperti yang dikatakan Netanyahu,” tulis artikel tersebut.

Sementara itu, surat kabar Yedioth Ahronoth menulis bahwa Hamas tetap menjaga kepemimpinan militer yang terfragmentasi namun tetap efektif, meskipun mengalami kerugian besar.

“Hamas mampu beradaptasi dengan kondisi medan perang yang baru meskipun pasukan Israel meningkatkan intensitas serangannya,” tulisnya.

Surat kabar tersebut menambahkan bahwa Hamas telah memperluas dewan kepemimpinannya.

“Mulai mengandalkan metode komunikasi sederhana yang sulit diretas, serta mengelola perang gerilya di tahap ini, sambil tetap mengurus urusan di Gaza meskipun bombardir terus berlanjut,” imbuhnya.

Sementara itu, Times of Israel menerbitkan laporan yang membahas tantangan besar yang dihadapi Israel saat bersiap untuk melancarkan operasi darat lainnya di Gaza.

Surat kabar ini mengutip analis yang menyatakan bahwa kembali ke perang akan menjadi lebih kompleks dengan berkurangnya dukungan publik, meningkatnya tantangan politik, serta kelelahan di kalangan tentara.

Surat kabar tersebut juga menunjukkan tanda-tanda meningkatnya keengganan tentara cadangan untuk kembali berperang di Gaza. Di tengah tuduhan bahwa pemerintah mempertaruhkan nyawa para tawanan demi kepentingan politik.

Di sisi lain, surat kabar Politico melaporkan bahwa serangan udara Israel ke Lebanon mengancam gencatan senjata yang rapuh yang sebelumnya mengakhiri berbulan-bulan pertempuran sengit antara Israel dan Hizbullah.

Laporan tersebut menyoroti eskalasi ini terjadi di tengah meningkatnya serangan Israel di Gaza serta meningkatnya krisis hukum dan politik di dalam negeri Israel. Terutama setelah pemecatan kepala badan intelijen dalam negeri (Shin Bet), Ronen Bar.

Sementara itu, The Wall Street Journal menulis bahwa pengiriman kapal induk lain oleh Washington ke Timur Tengah bertepatan dengan meningkatnya pertempuran di beberapa front di kawasan tersebut.

“Hal ini meningkatkan kekhawatiran bahwa serangan Israel yang berulang ke Gaza akan memicu kembali pertempuran di front lain yang sempat mengalami ketenangan dalam beberapa bulan terakhir,” tulisnya.

ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Most Popular