Friday, March 28, 2025
HomeBeritaPakar militer: Genosida terbaru Israel bertujuan wujudkan mimpi Trump usir warga Gaza

Pakar militer: Genosida terbaru Israel bertujuan wujudkan mimpi Trump usir warga Gaza

Pakar militer dan strategi, Letnan Jenderal Muhammad Al-Somadi, menegaskan bahwa apa yang dilakukan oleh tentara pendudukan Israel di Jalur Gaza bukanlah operasi militer konvensional.

Ia menekankan bahwa tujuan sebenarnya adalah mengusir warga Palestina dengan restu dari pemerintah Amerika Serikat.

Menurut Al-Somadi, sebelum gencatan senjata di Gaza, tentara Israel menghadapi kekurangan amunisi, penurunan moral, serta meningkatnya jumlah korban di pihak mereka.

Oleh karena itu, mereka mengambil jeda tempur untuk mengatur ulang pasukan, mengisi kembali persediaan amunisi, bom, dan bahan peledak.

Israel, menurut Al-Somadi, melalui agresinya saat ini di Gaza, berupaya memenuhi keinginan pemerintah Amerika Serikat (AS).

Ia menunjukkan bahwa ada kesepahaman penuh antara Tel Aviv dan Washington mengenai tujuan akhir dari agresi ini. Yaitu mengosongkan Gaza dari penduduk dan menghilangkan keberadaan Hamas.

Ia menjelaskan bahwa operasi militer ini secara langsung menargetkan rakyat Palestina untuk mencabut mereka dari tanahnya. Meskipun Israel mengklaim hanya menyerang infrastruktur perlawanan.

Dalam analisanya terhadap situasi militer di Gaza, Al-Somadi menunjukkan bahwa pendudukan Israel meminta warga Gaza untuk berpindah dari utara ke Kota Gaza, dan dari Tel Sultan di Rafah ke Khan Younis di selatan.

Ia mengatakan bahwa langkah ini bertujuan untuk mengumpulkan warga sebelum akhirnya mengusir mereka.

Dengan restu dari Washington, Israel kini berupaya mengumpulkan penduduk Gaza untuk dipersiapkan bagi pengusiran di masa depan, tambahnya.

Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump, pernah mengungkapkan rencana untuk mengusir warga Gaza ke Mesir dan Yordania serta mengubah wilayah tersebut menjadi resor wisata.

Al-Somadi menghubungkan langkah-langkah yang dilakukan tentara pendudukan di lapangan dengan keputusan kabinet keamanan Israel untuk melanjutkan tekanan militer, memperketat blokade di Gaza, serta mendirikan badan khusus untuk “migrasi sukarela”.

Saluran berita Israel Channel 12 mengonfirmasi bahwa kabinet telah menyetujui usulan Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, untuk mendirikan badan pengelola migrasi sukarela bagi warga Gaza.

Mengenai negosiasi antara perlawanan dan pendudukan, serta kemungkinan kesepakatan baru, Al-Somadi menegaskan bahwa meskipun Hamas membebaskan seluruh tahanan Israel.

Baik yang masih hidup maupun yang telah gugur, pendudukan tetap akan mencari alasan lain untuk melanjutkan agresinya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah sayap kanan Israel bertekad untuk mengusir penduduk Gaza dengan restu dari AS.

Setelah Israel mengingkari perjanjian pertukaran tahanan dan gencatan senjata di Gaza, tentara pendudukan terus melanjutkan agresinya.

Mereka mengumumkan dimulainya serangan di Tel Sultan, Rafah, serta operasi darat di Beit Hanoun, Gaza utara, dengan tujuan menghancurkan infrastruktur Hamas dan memperluas zona “aman”.

ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Most Popular