HomeBeritaPencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda Diperpanjang, Tim SAR Maksimalkan Waktu

Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda Diperpanjang, Tim SAR Maksimalkan Waktu

PANDEGLANG — Upaya pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Banten, diperpanjang. Tim SAR gabungan memutuskan melanjutkan operasi pencarian selama tiga hari hingga Kamis, 17 September 2026.

Keputusan tersebut diambil setelah operasi pencarian memasuki hari ketujuh, namun belum menemukan tanda-tanda keberadaan delapan orang yang berada di atas speedboat Arupadhatu 1. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten, Al Amrad, mengatakan perpanjangan dilakukan berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan operasi selama sepekan terakhir.

“Hasil evaluasi operasi SAR yang hari ketujuh yang kita laksanakan masih nihil, dan hasil rapat Tim SAR Gabungan kita akan lanjutkan pencarian selama tiga hari ke depan,” kata Al Amrad dalam konferensi pers di Pandeglang, Senin (14/9/2026) kemarin.

Memasuki hari kedelapan pencarian, tim SAR tidak hanya mempertahankan penyisiran di kawasan Selat Sunda, tetapi juga memperluas jangkauan operasi. Laporan terbaru menyebut pencarian dilakukan hingga wilayah yang mengarah ke Bengkulu, dengan mempertimbangkan kemungkinan pergerakan korban maupun benda-benda yang terbawa arus laut.

Pada Selasa (15/9/2026), tim SAR gabungan membagi wilayah pencarian ke dalam sejumlah sektor. Dilansir dari kantor berita Antara area operasi mencapai sekitar 3.962 mil laut persegi dengan melibatkan sekitar 20 kapal.

Selain penyisiran melalui jalur laut, pencarian juga dilakukan melalui pemantauan udara. Namun, penggunaan pesawat atau helikopter sangat bergantung pada kondisi cuaca dan keberadaan material vulkanik dari Gunung Anak Krakatau yang masih aktif.

Kondisi Gunung Anak Krakatau menjadi salah satu tantangan dalam operasi. Tim SAR harus memperhitungkan faktor keselamatan karena aktivitas vulkanik masih berlangsung dan terdapat batas aman yang harus dipatuhi di sekitar kawasan gunung api tersebut.

Berangkat untuk Liputan Gunung Anak Krakatau

Kelima jurnalis dilaporkan berangkat dari kawasan Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) menggunakan speedboat Arupadhatu 1 untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Kelima jurnalis tersebut masing-masing adalah Muhammad Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudistiro Pranoto dari iNews, Daus dari Anadolu Agency, serta Donal yang merupakan jurnalis freelance. Mereka berada dalam satu rombongan bersama tiga awak kapal.

Kontak dengan rombongan kemudian terputus pada Senin sore. Sebelum kehilangan kontak, salah satu jurnalis sempat menginformasikan posisi mereka. Pemandu kapal, Herianto, juga sempat mengirimkan foto Gunung Anak Krakatau ke sebuah grup WhatsApp pada sekitar pukul 18.13 WIB. Setelah itu, komunikasi dengan rombongan tidak lagi diketahui.

Sejak saat itu, tim SAR gabungan mengerahkan berbagai unsur untuk mencari keberadaan mereka. Operasi melibatkan Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta unsur terkait lainnya.

Pencarian sebelumnya juga difokuskan di sejumlah kawasan, termasuk perairan sekitar Pulau Sebesi, Pulau Sebuku, Pulau Sertung, Pulau Rakata dan Pulau Panjang. Tim turut meminta bantuan nelayan yang beraktivitas di sekitar Selat Sunda untuk memberikan informasi apabila menemukan benda atau tanda yang diduga berkaitan dengan kapal tersebut.

Harapan Keluarga Belum Padam

Meski telah memasuki hari kedelapan, keluarga dan rekan-rekan para jurnalis masih menaruh harapan agar seluruh korban dapat ditemukan.

Perpanjangan operasi selama tiga hari memberikan tambahan waktu bagi tim SAR untuk menyisir wilayah yang sebelumnya belum dapat diperiksa secara optimal. Basarnas menyatakan metode pencarian akan terus disesuaikan dengan kondisi cuaca, arus laut, serta perkembangan informasi di lapangan.

Hingga Selasa (15/9/2026), belum ada informasi resmi mengenai ditemukannya lima jurnalis dan tiga awak kapal tersebut. Tim SAR masih melakukan pencarian secara intensif di berbagai sektor perairan Selat Sunda dan wilayah yang menjadi perluasan operasi.

Operasi pencarian kini menjadi perhatian luas kalangan jurnalis dan organisasi pers. Rekan-rekan seprofesi di sejumlah daerah juga menggelar doa bersama sebagai bentuk dukungan dan harapan agar kelima pewarta foto serta tiga awak kapal segera ditemukan. (cky)

Ahmad Tasori
Ahmad Tasori
Aktif sebagai koresponden jurnalis iNews dan bagian dari jaringan MNC Group yang memiliki pengalaman dalam peliputan berbagai isu nasional, keagamaan, dan internasional. Berpengalaman meliput penyelenggaraan ibadah haji di Makkah serta isu Palestina dan Gaza. Pada 2025, pernah melaporkan langsung dari Tunis, Tunisia, mengenai misi Global Freedom Flotilla menuju Gaza.
ARTIKEL TERKAIT

Terkini