Saturday, April 5, 2025
HomeBeritaQatar bantah tuduhan ingin lemahkan mediasi Hamas dan Israel

Qatar bantah tuduhan ingin lemahkan mediasi Hamas dan Israel

Qatar mengutuk keras tuduhan yang beredar pada Kamis lalu, yang menyebutkan bahwa negara tersebut memberikan “pembayaran finansial” untuk menggagalkan upaya Mesir dan mediator lainnya dalam pembicaraan gencatan senjata antara Hamas dan Israel di Gaza.

“Negara Qatar sangat menyesalkan pernyataan yang muncul di media yang menuduh Qatar memberikan pembayaran finansial untuk merusak upaya Mesir atau mediator lainnya yang terlibat dalam negosiasi antara Hamas dan Israel,” ungkap Kantor Media Internasional Qatar dalam sebuah pernyataan.

Pernyataan itu menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan hanya bertujuan untuk mengganggu upaya mediasi serta merusak hubungan antar negara.

“Tuduhan ini merupakan bagian dari kampanye disinformasi yang mencoba mengalihkan perhatian dari penderitaan kemanusiaan yang terjadi dan semakin memperburuk politisasi perang,” lanjutnya.

Qatar menegaskan komitmennya untuk terus memainkan peran kemanusiaan dan diplomatiknya sebagai mediator antara pihak-pihak terkait untuk mengakhiri perang yang menghancurkan ini.

Mereka juga bekerja sama dengan Mesir dalam upaya mencapai gencatan senjata yang langgeng dan melindungi nyawa warga sipil.

“Qatar mengapresiasi peran penting yang dimainkan Mesir dalam hal ini, di mana kedua negara bekerja sama setiap hari untuk memastikan kesuksesan upaya mediasi bersama yang bertujuan mencapai stabilitas di kawasan,” tambahnya.

Media Israel sebelumnya melaporkan bahwa para penasihat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu diduga menerima dana dari Qatar untuk menyebarkan informasi yang merugikan peran Mesir dalam mediasi antara Hamas dan Israel, sambil memuji upaya Qatar.

Pengadilan Israel kemudian memperpanjang penahanan dua pembantu Netanyahu pada Kamis selama satu hari lagi, terkait dugaan penerimaan uang dari Qatar untuk mempromosikan citra negara tersebut sebagai mediator di media Israel.

Menurut penyiar publik Israel KAN, Pengadilan Rishon LeZion Magistrate setuju untuk memperpanjang penahanan Jonatan Urich dan Eli Feldstein selama 24 jam, menolak permintaan polisi yang ingin memperpanjangnya hingga tujuh hari.

KAN juga melaporkan bahwa penyelidikan mengungkapkan adanya ketidaksesuaian dalam kesaksian kedua tersangka dalam kasus yang oleh media Israel disebut sebagai “Qatargate.”

Salah satu dari kedua pembantu tersebut dilaporkan berbohong saat diinterogasi, meskipun identitasnya tidak disebutkan.

Pada Rabu, Netanyahu mengecam penyelidikan terhadap pembantunya tersebut sebagai hal yang tidak masuk akal.

Pemimpin Redaksi The Jerusalem Post, Zvika Klein, juga dibebaskan dari tahanan rumah pada Kamis setelah diperiksa terkait hubungan dengan kedua pembantu Netanyahu tersebut.

Jaksa Agung Gali Baharav-Miara mengatakan bahwa dua jurnalis lainnya mungkin juga akan dipanggil untuk dimintai keterangan dalam kasus ini.

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Pengajar HI Universitas Al Azhar Indonesia, Mahasiswa PhD Hubungan Antarbangsa Universitas Sains Malaysia.
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Most Popular