Saturday, November 29, 2025
HomeBeritaRatusan warga Palestina ditangkap setiap pekan di Tepi Barat

Ratusan warga Palestina ditangkap setiap pekan di Tepi Barat

Klub Tahanan Palestina mengungkapkan, Jumat (28/11), bahwa militer Israel menahan ratusan warga Palestina setiap pekan di berbagai wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Mereka ditangkap, diinterogasi, dan kerap mengalami kekerasan sebelum sebagian besar akhirnya dilepaskan kembali.

Sementara itu, militer Israel mengakui telah menangkap 40 warga Palestina sepanjang pekan lalu.

Dalam pernyataan terpisah pada hari yang sama, militer Israel menyebut 40 warga Palestina itu ditangkap di sejumlah lokasi di Tepi Barat.

Termasuk dalam operasi militer yang dimulai Rabu lalu di wilayah utara kawasan tersebut dan masih berlangsung hingga kini.

Menurut klaim militer, 12 dari para tahanan adalah anggota Hamas.

Dalam penjelasannya, Klub Tahanan Palestina menyatakan bahwa hampir setiap pekan ratusan warga menjadi sasaran penangkapan, interogasi lapangan, dan perlakuan kasar.

Sebagian besar kemudian dibebaskan setelah beberapa jam atau beberapa hari.

Amani Sarahneh, Direktur Media Klub Tahanan Palestina, kepada kantor berita Anadolu, mengatakan bahwa angka-angka yang diumumkan militer Israel hanya merujuk pada mereka yang tetap ditahan dan kemudian dijatuhi hukuman.

Data tersebut tidak mencakup warga yang rumahnya digerebek, mengalami perusakan harta benda, atau ditahan sementara selama berjam-jam hingga berhari-hari.

Sarahneh menambahkan bahwa meski militer Israel hanya melaporkan penangkapan puluhan orang pekan lalu, pihaknya mencatat 162 warga Palestina ditahan di Provinsi Tubas saja selama operasi militer yang berlangsung sejak Rabu.

Ia menjelaskan, interogasi lapangan biasanya disertai pemukulan, intimidasi, serta perusakan isi rumah dan penyitaan uang milik warga.

Sejak Rabu, pasukan Israel terus melancarkan operasi militer di Kota Tubas dan sejumlah desa sekitar.

Sejumlah rumah digeledah, sebagian dijadikan pos militer, dan banyak properti dirusak.

Sementara Israel menyebut operasi tersebut berfokus pada tujuan keamanan—yakni “menghabisi para pelaku serangan”—pengamat Palestina menilai ada tujuan lain yang tidak diumumkan.

Yaitu memperluas kawasan permukiman serta mendorong perpindahan paksa warga Palestina.

Gelombang penindasan ini menjadi bagian dari eskalasi Israel yang berlangsung lebih dari dua tahun di Tepi Barat.

Sejak 7 Oktober 2023, saat perang di Gaza meletus, lebih dari 1.085 warga Palestina di Tepi Barat dilaporkan tewas, sekitar 11.000 lainnya luka-luka, dan lebih dari 20.500 orang ditangkap.

ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler