HomeBeritaSerangan Israel Hantam Markas Polisi Gaza City, Sembilan Orang Tewas Termasuk Kepala...

Serangan Israel Hantam Markas Polisi Gaza City, Sembilan Orang Tewas Termasuk Kepala Polisi Wanita

GAZA CITY — Serangan udara Israel menghantam markas Polisi Kotamadya Gubernuran Gaza di pusat Gaza City pada Rabu sore, 19 Agustus 2026, menewaskan sedikitnya sembilan orang termasuk Kepala Direktorat Polisi Wanita, Kolonel Fatina Abdul Jabbar al-Sahhar, dan sejumlah perwira senior kepolisian. Sebanyak 15 orang lainnya dilaporkan luka-luka.

Militer Israel menyatakan serangan tersebut menyasar seorang komandan Hamas yang diklaim tengah merencanakan serangan terhadap pasukan Israel. Pihak militer mengatakan telah mengambil langkah mitigasi korban sipil, termasuk penggunaan amunisi presisi dan pengawasan udara sebelum serangan dilakukan.

Korban dan Lokasi Kejadian

Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza City menerima sembilan jenazah, termasuk seorang perempuan dan seorang anak perempuan, menurut keterangan pihak rumah sakit. Selain Kolonel al-Sahhar, korban tewas lainnya adalah Brigadir Jenderal Ayman Mahmoud Jundiya (47), Kolonel Osama Hashem al-Hajin (43), Kolonel Ibrahim Abdul Rahman Tamraz (47), Kolonel Alaa Ali Alyan (47), Letnan Kolonel Hazem Jabr Khalaf (52), Mayor Othman Shehata Abu Samaan (42), dan Letnan Samaher Misbah Hamada (39).

Seorang anak perempuan berusia 13 tahun, Dana Haitham al-Jamasi, yang sedang berada di dekat lokasi bersama keluarganya yang mengungsi, turut tewas dalam serangan tersebut. Menurut juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mahmoud Bassal, markas polisi tersebut berada di area padat penduduk, berdekatan dengan taman kota yang saat itu dipenuhi ratusan warga.

Serangan terhadap markas polisi ini terjadi kurang dari 24 jam setelah serangan udara Israel lainnya menghantam sebuah kafe di area pelabuhan Gaza City pada Selasa (18/8), yang menewaskan tujuh orang termasuk seorang anak.

Respons Otoritas Gaza dan Hamas

Direktorat Kepolisian Gaza menyebut serangan tersebut sebagai “pembantaian brutal baru” yang menyasar petugas dan anggota kepolisian sipil. Kementerian Dalam Negeri Gaza menuding Israel secara sistematis menargetkan aparat kepolisian sipil untuk menyebarkan kekacauan di wilayah tersebut.

Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, mengecam serangan itu sebagai bentuk pengabaian total terhadap seruan gencatan senjata. Hamas juga menuding Board of Peace pimpinan AS turut bertanggung jawab atas eskalasi ini karena dinilai gagal menekan Israel untuk mematuhi kesepakatan.

Konteks Pelanggaran Gencatan Senjata

Gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada 10 Oktober 2025. Namun menurut Kementerian Kesehatan Gaza, pelanggaran gencatan senjata oleh Israel sejak saat itu telah menewaskan sedikitnya 1.273 warga Palestina dan melukai 4.223 lainnya per pertengahan Agustus 2026. Total korban tewas dalam perang Gaza sejak Oktober 2023 kini mencapai lebih dari 73.400 jiwa, sebagian besar perempuan dan anak-anak.

Serangan terhadap aparat kepolisian Gaza bukan kejadian pertama. Kementerian Dalam Negeri Gaza sebelumnya mencatat sedikitnya 53 komandan, perwira, dan personel polisi tewas dalam serangan langsung Israel terhadap markas, patroli, kendaraan, dan personel polisi sejak gencatan senjata diberlakukan.

Serangan ini juga terjadi di tengah upaya mediasi yang tengah berlangsung. Utusan AS Jared Kushner dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya, pada Senin (17/8), sepakat membentuk dua kelompok kerja untuk membahas demiliterisasi Gaza serta kebutuhan infrastruktur dan kesehatan publik di wilayah yang hancur akibat perang tersebut.

ARTIKEL TERKAIT

Terkini